alexametrics
Minggu, 20 Jun 2021
radarjombang
Home > Olahraga
icon featured
Olahraga

Masuk Delapan Besar di Malang

04 Juni 2021, 17: 41: 33 WIB | editor : Rojiful Mamduh

LOMPAT: Hery Benk saat tampil di sirkuit Djagung Kedungkandang Malang (30/5).

LOMPAT: Hery Benk saat tampil di sirkuit Djagung Kedungkandang Malang (30/5).

Share this      

JOMBANG –  Hery Sugiharto nekat tampil dalam kejuaraan motocross kelas executive di Malang, Minggu (30/5). Hasilnya, sukses masuk delapan besar. ’’Saya hanya sampai delapan besar saja, karena kondisi juga belum sembuh total,” ungkap pemilik nama sirkuit Hery Benk ini.

Dia mengaku kurang beruntung dalam kejuaraan kemarin. Setiap balapan, dia selalu berusaha dapat start pertama. Namun kemarin, ia gagal mendapatkannya. ”Saya dapat start nomor lima dari 18 pembalap,” ucapnya.

Ia bertambah apes, setelah mesinnya sempat mati. Ia butuh waktu untuk menghidupkan mesin yang membuat posisinya menjadi yang paling belakang. Padahal, ia memburu target masuk tiga besar.

Baca juga: Dua Atlet dan Satu Pelatih Difabel Dapat Panggilan Puslatda Jatim

’’Setelah mesin hidup, saya gas terus sampai finish diurutan ke delapan,’’ tegasnya.

 Selama balapan, ia masih merasakan nyeri pada paha bagian bawah. Terutama pada saat jumping. ’’Maklum, belum sembuh 100 persen,” ujarnya.

Sirkuit yang berdebu menurutnya cukup berbahaya. Karena pandangan terhalang debu. ’’Waktu jumping seperti uji nyali,’’ jelasnya.

 Dengan modal nekad, dia menyalip pada double jump. ’’Kalau tak begitu, tidak bisa pada posisi terdepan,’’ tegasnya.

Kadang lompatannya tidak sampai menyalip. ’’Tapi masih aman karena tidak sampai jatuh,’’ urai pemilik bengkel Kauman motor belakang Masjid Baitul Mukminan Jombang ini.

Sebelumnya, Hery berniat untuk tidak ikut balapan di Malang karena cedera kaki saat latihan di Sugihwaras Ngoro 16 Mei. Dirasa kondisinya mulai membaik, ia memutuskan ikut meski sedikit dipaksakan.

Pria kelahiran 1970 tahun ini sudah menjadi pembalap sejak 1990. Pada 2005, dia sempat tampil diajang kejurnas drag race vespa Ponorogo.

Prestasinya yang terbaru, juara dua kategori eksekutif di Bromo 2018 dengan motor dua tak YZET 125 cc.

Serta juara 1 motor cross kategori eksekutif di Kelud, 15-16 Juni 2019 dengan motor CRF 250 cc.

Guru otomotif SMKN  Wonosalam ini mengaku mengikuti balap untuk menyalurkan hobi. Walaupun akibat hobinya itu, dia pernah beberapa kali cedera. ’’Kalau sudah hobi, walaupun cedera kita tidak akan kapok,’’ tegasnya. 

(jo/wen/jif/JPR)

 TOP