alexametrics
Rabu, 23 Jun 2021
radarjombang
Home > Olahraga
icon featured
Olahraga

Dua Atlet dan Satu Pelatih Difabel Dapat Panggilan Puslatda Jatim

04 Juni 2021, 17: 38: 25 WIB | editor : Rojiful Mamduh

BIDIK: Moh Yengyie saat berlatih di lapangan tembak indoor Kopassus 2020.

BIDIK: Moh Yengyie saat berlatih di lapangan tembak indoor Kopassus 2020.

Share this      

JOMBANG – Dua atlet dan satu pelatih difabel Jombang mendapatkan panggilan dari provinsi Jatim untuk bergabung di Puslatda Jatim. Guna persiapan mengikuti PON di Papua. Dua atlet itu, Matnur dan Moh Yengyie. Satu pelatihnya, Sodikul Amin.

 ’’Kita tinggal menunggu surat pemanggilan resminya saja,” kata Sodikul Amin, ketua NPC Jombang, kemarin.

Moh Yengyie merupakan atlet menembak tuna daksa yang hanya memiliki satu kaki dan satu tangan. Matnur, atlet tuna daksa yang berhasil mendapatkan dua emas dan satu perak dari cabang atletik Peparprov Mei lalu.

Baca juga: Diseruduk, Pemotor Terkapar di Aspal

 Sedangkan Sodikul Amin merupakan pelatih sepak bola cerebal palsy (CP) Jawa Timur.

Sodikul menjelaskan, Yengyie sudah masuk dalam puslatda mandiri. Sedangkan Matnur baru bergabung karena keberhasilannya meraih dua emas dan satu perak di cabang atletik.

Sedangkan Dyah Ekowati, salah satu atlet difabel yang juga meraih dua emas dan satu  perak atletik peparprov Mei lalu, tidak dipanggil puslatda. Itu karena limitnya masih jauh, dan peluangnya berat.

’’Penilaian pelatih atletik Jatim, peluang medali untuk Dyah Ekowati berat. Limitnya masih rendah, apalagi olahraga disabilitas harus pandai cari peluang,” bebernya.

(jo/wen/jif/JPR)

 TOP