alexametrics
Rabu, 23 Jun 2021
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri
Masjid An Nuur Dusun Ngaren, Desa Plosogenuk

1932 Langgar Bambu, 1975 Menjadi Masjid

04 Juni 2021, 17: 32: 42 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Bedug Masjid An Nuur Dusun Ngaren, Desa Plosogenuk

Bedug Masjid An Nuur Dusun Ngaren, Desa Plosogenuk

Share this      

Berita Terkait

MASJID An Nuur di Dusun Ngaren, Desa Plosogenuk, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, memiliki sejarah panjang. Dulu, oleh kepala desa setempat, didirikan sebuah  langgar bambu untuk salat warga. Tahun pendirian langgar bambu itu sekitar 1932. Setelah termakan usia, akhirnya 1975 dibangun menjadi masjid.

Nama An Nuur memiliki arti cahaya. Diharapkan umat muslim yang menunaikan ibadah salat, selalu mendapat keberkahan dan rida Allah SWT. Masjid ini memiliki halaman cukup luas. Bahkan, ukuran halamannya hampir sama dengan bangunan masjid itu sendiri. ”Dulu memang langgar bambu yang dibangun pak Lurah Martorejo,’’ terang Nardjul Ghufron, 70 penasehat masjid.

Seiring berjalannya waktu, langgar bambu itupun akhirnya tidak mampu menampung jamaah yang ingin menunaikan ibadah salat lima waktu. Setelah ada kesepakatan, langgar bambu itu dibongkar. Kemudian, pada 1975 dibangun masjid An Nuur kali pertama. Dia masih ingat betul, ada dua orang yang mewakafkan tanahnya untuk pembangunan masjid yakni mantan lurah Plosogenuk Abdul Majid dan ayahnya Sarbini. ”Namun ukurannya tidak begitu luas, sekitar 8 meter persegi,’’ tambahnya.

Baca juga: Pelayanan Dispendukcapil Balik Offline Setelah Server Pusat Rusak

Terletak di jalan kabupatan penghubung antar desa, Masjid An Nuur jadi jujugan warga untuk menunaikan ibadah salat lima waktu. Saking banyaknya, banyak jamaah yang kekurangan tempat, khususnya saat salat Jumat. Sehingga tahun 2013 masjid dibongkar dan dibangun dengan tanah yang lebih luas.  

Meski begitu, beberapa bahan seperti kayu dan bedug tetap dipakai untuk masjid baru. Seperti kayu jati yang kini dijadikan lapisan dinding dan tiang penyangga di bagian serambi masjid. ”Kami bangun 2013 dan selesai 2018. Memang cukup lama karena sempat terkendala pendanaan,’’ terang pria yang pernah menjadi ketua takmir masjid An Nuur 2013–2017 ini.

Ia menambahkan, kini masjid An Nuur memiliki ukuran cukup luas. Bahkan, jadi jujugan warga luar desa untuk menunaikan ibadah salat Jumat. ”Alhamdulillah sekarang bisa menampung jamaah dengan jumlah sangat banyak,’’ pungkas Nardjul.

(jo/ang/jif/JPR)

 TOP