alexametrics
Minggu, 20 Jun 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Sidang Dana Hibah KONI, JPU Hadirkan Saksi Ahli dari Inspektorat

04 Juni 2021, 17: 13: 08 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Sidang Dana Hibah KONI, JPU Hadirkan Saksi Ahli dari Inspektorat

Share this      

JOMBANG -  Sidang lanjutan kasus dana hibah KONI Jombang dengan terdakwa Tito Kadar Isman, kemarin digelar di  Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya (3/6). JPU menghadirkan saksi ahli dari Inspektorat Jombang.

”Untuk sidang kemarin, ada tiga saksi yang hadir, satu saksi dari eks KONI Jombang yang juga saksi dari sidang sebelumnya yang dihadirkan kembali. Sedangkan dua lainnya dari Inspektorat Jombang,” terang Mohammad Salahuddin, Kasipidsus Kejaksaan Negeri Jombang.

Saksi dari eks pengurus KONI Jombang, disebut Salahudin dihadirkan kembali sesuai dengan petunjuk majelis hakim. Ia dihadirkan, lantaran pada sidang sebelumnya membantah adanya dobel anggaran pada penggunaan tiga tahun dana hibah KONI Jombang. ”Karena itu dia dalam sidang kemarin diminta datang dengan membawa bukti dokumen, tapi kembali saksi tidak bisa membuktikan keterangannya,” lanjutnya.

Baca juga: Persentase Angka Kematian Covid-19 Sangat Tinggi

Sidang kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan dua saksi dari Inspektorat Jombang. Dua saksi itu, disebutnya berperan sebagai saksi fakta dan seorang lagi menjadi saksi ahli.

Saksi fakta, menjelaskan perihal kronologis sempat tertolaknya laporan pertanggungjawaban KONI Jombang kepemimpinan terdakwa. ”Jadi dia (saksi fakta,Red) menjelaskan  adanya temuan dobel anggaran juga pembelian harga yang terlalu mahal saat pembelian barang alias mark up,” imbuhnya.

Sedangkan saksi dari Inspektorat Jombang yang bertugas sebagai saksi ahli, menjelaskan bagaimana harusnya pertanggungjawaban dibuat. Saksi ini, juga menjelaskan penghitungan kerugian negara yang dilakukannya dalam kasus itu.

Setelah pemeriksaan tiga saksi itu, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya kembali menunda persidangan hingga pekan depan. ”Rencananya, sidang selanjutnya adalah agenda pemeriksaan terdakwa. Jadi langsung, karena terdakwa tidak mengajukan adanya saksi a de charge atau saksi yang meringankan baginya,” pungkasnya.

Sebelumnya, sidang perdana kasus dana hibah KONI Jombang dengan terdakwa Tito Kadar Isman digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi  (Tipikor) Surabaya, kemarin (22/4).  Terhadap dakwaan yang dibacakan, eks ketua umum KONI Jombang periode 2017-2021 tak mengajukan nota keberatan atau ekspesi.

”Sesuai agenda sidang, hari ini tadi pembacaan surat dakwaan,” terang Kasipidsus Kejari Jombang Muhammad Salahuddin, kemarin.

Dalam sidang yang diselenggarakan online itu, Tito menjalani sidang dari Lapas Klas II B Jombang. Sementara majelis hakim, JPU dan penasehat hukum terdakwa mengikuti sidang dari Pengadilan Tipikor Surabaya.

Dalam surat dakwaan primairnya, Tito didakwa telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 275.927,950 dalam pengelolaan dana hibah KONI Kabupaten Jombang sejak tahun anggaran 2017 sampai 2019.

Sementara dalam dakwaan subsidair, Tito didakwa telah menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau karena kedudukan terdakwa sehingga merugikan keuangan negara dari pengelolaan dana hibah KONI Jombang sebesar Rp Rp 275.927,950.

JPU mendakwa perbuatan Tito melanggar pasal 2 ayat 1 UU RI Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20/2001 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Terhadap surat dakwaan JPU, pihak terdakwa tidak mengajukan nota keberatan. ”Terdakwa menerima, dan tidak mengajukan eksepsi,” lanjutnya.

Karenanya, hakim memerintahkan sidang dilanjutkan pemeriksaan saksi-saksi.”Sidang ditunda Kamis (29/4) depan dengan agenda pemeriksaan saksi,” singkat Salahuddin.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP