alexametrics
Rabu, 23 Jun 2021
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Tanjungwadung Didenda, Sebani Teguran Lisan

Terkait Kasus Pelanggaran Prokes

29 Mei 2021, 19: 32: 31 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Tanjungwadung Didenda, Sebani Teguran Lisan

Share this      

JOMBANG – Dua pejabat desa yang menginisiasi kerumunan dengan kegiatan dan melanggar protokol pencegahan Covid-19, dapat perlakuan beda. Pemdes Tanjungwadung, Kecamatan Kabuh, dapat teguran tertulis, denda dan sanksi sosial sekaligus. Sementara Kades Sebani, hanya diberikan teguran lisan.

“Untuk kejadian kerumunan di Desa Tanjungadung, kami sudah panggil kepala desa bersangkutan, dan dirapatkan bersama satgas kecamatan,” terang Anjik Eko Saputro Camat Kabuh, kemarin.

Hasil dari pertemuan itu, Satgas kecamatan memberi tiga hukuman langsung ke Pemdes Tanjungwadung yang menginisiasi kegiatan adat dan memicu kerumunan dalam acara sedekah desa itu. “Jadi ada teguran tertulis dari kami, denda sesuai instruksi bupati dan sanksi sosial,” lontarnya.

Baca juga: Emping Melinjo Ngoro Mulai Kesulitan Bahan Baku

Untuk teguran tertulis, dia sebut telah diseratkan. Sementara besaran denda yang dikenakan Pemdes Tanjungwadung, adalah Rp 100 ribu. “Uang itu dibayarkan langsung ke kas daerah, dasarnya dari instruksi bupati,” imbuh dia.

Saat disayangkan pas hari H, untuk sanksi sosial hingga kemarin kemarin masih dalam tahap perencanaan. Nantinya, pemdes Tanjungwadung diharuskan membuat kegiatan sosial kepada warga sebagai bentuk hukuman. “Jadi bisa pembagian sembako, kerjabakti atau kegiatan sosial lainnya, sampai sekarang masih perencanaan ini untuk sanksi ketiga,” tambahnya.

Anjik, juga menyebut telah memberikan surat edaran kembali ke seluruh desa di Kecamatan Kabuh agar kejadian kerumunan massa di Desa Tanjungwadung tak terulang kembali. “Surat imbauan kita luncurkan lagi, instruksi bupati kami kirim kembali barangkali belum terbaca, kita tidak mau ada kejadian ulang,” tegasnya.

Sementara itu, nasib lebih mujur dialami Kades Sebani yang sempat membuat kegiatan kerumunan saat mengadakan gelaran wayang kulit di rumahnya. Seminggu dirawat, Camat Sumobito menyebut telah menghubungi kades bersangkutan dan memberikan teguran.

“Teguran lisan sudah diberikan, untuk pemanggilan dan yang lain belum,” ucap Mustaghfirin, Camat Sumobito. Kendati hanya teguran lisan, pihaknya menyebut hal itu akan tetap efektif untuk mencegah kejadian serupa tak terulang kembali. “Kita juga sampaikan kepada seluruh desa agar tidak mengulagi perbuatan Kades sebani,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Tanjungwadung, Kecamatan Kabuh sempat menggelar sedekah desa Jumat (21/8) lalu. Acara itu, berlangsung dengan prokes minim. Peserta kegiatan pun terlibat berjubel dan kerumunan tak terhindarkan.

Sementara di Desa Sebani, kerumunan juga sempat terjadi ketika Sunaryo Kepala Desa Sebani menggelar acara pementasan wayang kulit Sabtu (22/5) malam. Kegiatan yang tak berizin itu, akhirnya berhenti setelah dibubarkan paksa pihak kepolisian.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP