alexametrics
Rabu, 23 Jun 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Gunakan Wartel Lapas, Napi Kendalikan Transaksi Sabu-Sabu

Terkait Penyelundupan Sabu-Sabu Dalam Cabai

29 Mei 2021, 17: 55: 22 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Gunakan Wartel Lapas, Napi Kendalikan Transaksi Sabu-Sabu

Share this      

JOMBANG – Rendra Zakaria alias DK, narapidana (Napi) yang ditengarai pengendali upaya penyelundupan paket sabu-sabu dalam cabai ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Jombang (25/5) harus tinggal lebih lama di penjara. Polisi menetapkan statusnya sebagai tersangka.

”Jadi setelah kita konfrontir tadi, DK ini mengakui telah memesan sabu-sabu itu, dan AR yang jadi perantaranya. Kita langsung gelarkan dan kita tetapkan DK sebagai tersangka kedua dalam kasus ini,” terang AKP Moch Mukid, Kasatreskoba Polres Jombang.

Dari hasil pemeriksaan, Mukid menyebut DK memang menggunakan wartel lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Jombang untuk transkasi narkoba. Awalnya, DK menghubungi seorang penjual sabu-sabu yang masih jadi  buruan petugas untuk memesan barang. Dari pemesanan lewat telepon itu, DK kemudian menunjuk AR sebagai perantara. DK pun menghubungi AR untuk mengambil barang dan mengirimnya ke lapas. ”Dari pengakuannya, dia memesan ini dari X, seorang warga Jombang yang kini masih buron. X ini yang kemudian berjalan menemui AR dan menyerahkan paketnya,” lanjutnya.

Baca juga: Antre Vaksin, Ratusan Warga Berjubel di Puskesmas Jelakombo

AR sendiri, disebut Mukid sudah sempat berhenti bergerak di bisnis narkoba setelah lepas dari lapas. Namun, kesulitan ekonomi membuatnya berubah pikiran. Terlebih saat dimintai tolong DK, AR dijanjikan akan menerima upah darinya. ”Dijanjikan upah Rp 200 ribu setelah berhasil mengirim paket, sehingga AR ini terbujuk dan mau jadi kurir lagi,” lontarnya

Tepatnya Selasa (25/5) pagi, X siap dengan paketnya. DK kemudian menghubungi AR kembali lewat telepon wartel lapas. Ia, mengarahkan AR menuju wilayah lingkungan Kwijenan untuk menemui X yang telah menunggunya.

”Dengan petunjuk ciri-ciri orangnya dan sepeda motor yang digunakan, AR bisa mengenali dan kemudian mengambil titipan, lokasinya juga tidak jauh dari lapas situ kok, masih di dalam kota,” ungkapnya.

Saat diterima, Mukid menyebut AR tidak pernah tahu jika sabu-sabu tersebut dimasukkan dalam cabai. AR hanya bertugas mengantarkan paket sabu-sabu yang sudah diracik dan ditata X sebelumnya. ”Jadi AR ini tugasnya hanya mengantar, dia tidak meracik sabu dalam cabai, yang meracik ya X ini,” lontarnya.

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, polisi tak lagi menahan DK. Sebab statusnya sebagai narapidana kasus narkoba dan masih menjalani masa hukuman dari vonis enam tahun yang harus dijalaninya. ”Ya nanti akan diakumulasi setelah sidang. Untuk tersangka kedua kita jerat dengan pasal 114 juncto 112 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya upaya penyelundupan sabu-sabu ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Jombang juga terbongkar. Modusnya pun terbilang cerdik. Mulai dari menyelundupkan sabu-sabu dalam kerupuk hingga dalam buah salak.

Seperti diberitakan sebelumnya, upaya menyelundupkan sabu-sabu ke lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Jombang kembali digagalkan petugas. Kali ini, pelaku berusaha mengelabui petugas dengan menyelipkan paket sabu-sabu dalam cabai.

Polisi berhasil mengamakan 18 cabai. Masing-masing berisi paket sabu-sabu dengan berat total mencapai hampir enam gram yang sedianya akan dikirim ke salah satu narapidana yang merujuk ke Rendra Zakaria alias DK.

Dalam prosesnya, polisi menetapkan status Wahyu Afandi alias AR selaku kurir sebagai tersangka. Polisi masih mendalami kasus.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP