alexametrics
Selasa, 22 Jun 2021
radarjombang
Home > Jombang Banget
icon featured
Jombang Banget

Usaha Ikan Bakar di Desa Gambiran, Kecamatan Mojoagung

Tanpa Bumbu, Telur Ikan Paling Diburu

26 Mei 2021, 08: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

COCOK DIPENYET: Potongan ikan bakar ini lebih enak dinikmati dengan nasi hangat dan sambel terasi.

COCOK DIPENYET: Potongan ikan bakar ini lebih enak dinikmati dengan nasi hangat dan sambel terasi.

Share this      

Salah satu bagian ikan bakar yang diburu konsumen adalah telur. Kumpulan telur ikan inipun diolah secara khusus. Meski tak diberi bumbu, penjualan ikan bakar ini tambus beberapa pasar di luar kota.

AINUL HAFIDZ, Mojoagung

HINGGA sekarang, tercatat ada sepuluh warga yang menekuni usaha ikan bakar ini. Rata-rata, sudah berjalan puluhan tahun. Jenis ikan yang dibakar berbeda, mulai ikan emas, bandeng, dan udang.

Baca juga: Atlet Difabel Ngaplo

’’Kalau saya ambil ikan tambaknya di kakak. Kebetulan masih tetangga,’’ kata salah seorang pemilik usaha ikan bakar kepada koran ini. Setiap hari, ikan tambak itu didatangkan ke tempatnya. Ia tinggal mengolah, mulai dari memotong, membersihkan ikan, membakar hingga mengemas ikan siap jual. ’’Sampai sini tinggal diolah terus dibakar,’’ imbuh dia.

Jenis ikan yang diterima warga berbeda-beda. Dari sepuluh  warga yang menekuni usaha ikan bakar ini sebagian besar menerima jenis ikan yang tidak sama. Rata-rata, mereka dibantu dua atau tiga pekerja dari sanak famili dan keluarga terdekat.

’’Biasanya ikan yang dibakar beda-beda. Ada yang bandeng, ikan emas, atau udang. Kalau milik saya dari dulu sama, ikan emas,’’ celetuk Munawaroh, pemilik usaha ikan bakar yang lain. Masing-masing sudah punya pelanggan. Jika ikan bakar miliknya berkutat di area Jombang, tak sedikit ikan bakar milik warga lainnya yang dijual hingga keluar kota.

’’Ada yang dibawa sampai ke Surabaya. Pokoknya orang-orang dari luar nyari ikan bakar pasti ke Gambiran. Dari dulu terkenal ikan bakarnya,’’ ungkap dia. Apalagi, proses pembakaran ikan yang dijual berbeda dengan ikan bakar pada umumnya. Tanpa disertai bumbu apapun.

Setelah ikan dipotong dan dibersihkan, semua ditempatkan di atas nampan besi. Rangkaian besi kawat inilah yang digunakan untuk membakar ikan. ’’Kalau saya bakar pakai arang, ya seperti sate,’’ sambung dia lagi.

Tak hanya menjual ikan, jeroan ikan juga tak jarang dibeli konsumen. Bahkan ada pelanggan yang pesan secara khusus telur ikan. Harga jualnya relatif lebih murah Rp 15 ribu perkilogram. ’’Jadi terkadang ada ikan yang bertelur saat dibersihkan. Telur ini kemudian kita kumpulkan menjadi satu,” pungkasnya.

(jo/fid/jif/JPR)

 TOP