alexametrics
Selasa, 22 Jun 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Pakai Uang DD untuk Kebutuhan Pribadi

Sidang Korupsi DD Mojowarno

20 Mei 2021, 21: 10: 16 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Pakai Uang DD untuk Kebutuhan Pribadi

Share this      

JOMBANG – Sidang lanjutan kasus korupsi dana desa (DD) Mojowarno kembali digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya,  Selasa kemarin (18/5). Dalam sidang itu terungkap penggunaan DD untuk kebutuhan pribadi.

“Sidang kemarin agendanya masuk ke pemeriksaan terdakwa,” terang Muhammad Salahuddin Kasipidsus Kejaksaan Negeri Jombang. Lantaran masuk agenda pemeriksaan terdakwa itulah sidang tak lagi berlangsung online sepenuhnya. Catur yang biasa menjalani sidang dari Lapas Jombang, kemarin didatangkan di ruang sidang.

“Jadi terdakwa memang dihadirkan langsung karena dia yang diperiksa,” lanjutnya. Dalam sidang itu, eks kades menjawab semua pertanyaan yang diberikan JPU dan majelis Hakim. Ia bahkan mengakui semua perbuatannya di hadapan majelis hakim.

Baca juga: Proses Panjang Brondong Ketan di Ploso

“Intinya mengakui kalau menyelewengkan DD, dia juga mengakui ada gedung yang tidak dibangun. Namun ada juga yang dibangun namun tidak sesuai RAB,” tambah dia. Lebih dari itu, uang DD yang seharusnya digunakan untuk pembangunan desa, justru digunakan sendiri. “Terdakwa mengaku gunakan uang untuk kebutuhan pribadi, sehingga pembangunannya mandek,” tambahnya.

Sidang lanjutan kasus ini bakal digelar Selasa (25/5) pekan depan. Sidang lanjutan kembali digelar secara online seperti sebelumnya. “Agenda minggu depan pembacaan tuntutan dari JPU,” pungkas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Satreskrim Polres Jombang menetapkan Catur Budi Setyo eks kades Mojowarno sebagai tersangka. Dia diduga menyimpangkan anggaran pembangunan proyek fisik di desa yang didanai dari dana desa (DD) tahun anggaran 2018.

Dari hasil audit itulah, perbuatan eks Kades Mojowarno diduga mengakibatkan kerugian negara mencapai sekitar Rp 281 juta. Kini, ia telah ditahan di Lapas Klas IIb Jombang sebagai titipan dari Kejari Jombang sejak awal 2 Maret 2021 lalu. Setelah berkasnya dinyatakan lengkap atau P21 dan pelimpahan tahap dua dilakukan polisi.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP