alexametrics
Rabu, 23 Jun 2021
radarjombang
Home > Tokoh
icon featured
Tokoh
Galuh Tisna Widiana

Dukung Bakat Anak

20 Mei 2021, 08: 30: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Galuh Tisna Widiana

Galuh Tisna Widiana

Share this      

Berita Terkait

“JANGAN menyalahkan, tapi mengarahkan”. Begitulah kunci mendidik anak di mata Galuh Tisna Widiana, salah satu dosen Prodi PGMI Fakultas Agama Islam Unipdu Jombang. Punya dua anak yang masih kanak-kanak, ia berusaha sebisa mungkin memberi arahan dan contoh kepada anaknya.

”Anak jangan terus disalahkan, kadang kalau disalahkan justru dia akan melakukan apa yang kita larang. Misal jangan lari, pasti dia akan lari, tapi arahkan dia, kakak duduk, dia akan duduk,” ungkap Galuh mencontohkan cara mendidik anaknya.

Ibu dari Dzakira Syamra Assyauqie dan Rajendra Jabbar Syaquilano ini berpendapat, karakter ibu yang mendukung bakat anak sejak dini. Galuh mengaku suka menyanyi, bakat itu turun ke putri sulungnya. Untuk memaksimalkan bakat, ia memberi fasilitas piano sekaligus guru les.

Baca juga: Dorong Satpol PP Lapor Polisi

Namun ia tak hanya meminta anaknya belajar. Dirinya juga ikut belajar saat jadwal les musik. ”Guru kan datang seminggu sekali, selebihnya kalau dia ingin belajar lalu saya tidak bisa, dia belajar dengan siapa. Jadi mau tidak mau saya yang harus mendampingi dan lama-lama juga bisa,” tambah perempuan yang didapuk sebagai bendaraha Dewan Pendidikan Jombang ini.

Baginya, memberikan hak anak penuh, berdampak besar pada sikap anak terhadap orang tuanya. ”Sejauh ini anak-anak saya penurut, dia juga belajar dengan senang hati karena sesuai dengan apa yang dia inginkan,” kata wanita kelahiran Jombang 4 Desember 1986 ini.

Sederet kegiatan di kampus tak membuat Galuh lupa kodratnya sebagai seorang istri dari Sertu Musliq Hanafi, dan seorang ibu dari dua anaknya. Ia lebih mementingkan kegiatan keluarga di antara kegiatan yang lain. Sebisa mungkin, ia me-manage waktu agar semua teratasi.

Apalagi selama pandemi, ia lebih memiliki waktu lebih longgar di rumah. Belajar dengan mahasiswa juga lebih luwes. Tidak harus datang pukul 07.00, yang penting ada koordinasi dan kesepakatan antara mahasiswa dengan dosen. ”Misal saya harus mengajar jam 08.00, maka sebelum jam itu, semua kegiatan rumah harus sudah selesai, termasuk memasak, mencuci, beres-beres rumah,” terang dia.

Meski begitu, baginya kegiatan keluarga lebih penting sehingga lebih diutamakan. “Kegiatan keluarga di atas segalanya,” jelasnya. Ia mengatasi kegiatan rumah tangganya sendiri. Seperti memasak, ia lebih suka masak masakan tradisional. Seperti olahan daun kelor dan daun pepaya. Selain kaya manfaat, masakan tradisional lebih nikmat, dan mudah dicari di sekitar rumahnya di Desa Brodot, Kecamatan Bandarkedungmulyo.

Sekali waktu, jalan-jalan dirasa cukup penting untuk melepas penat. Tidak terlalu jauh, cukup di sekitar Jombang. Wisata kuliner menjadi favoritnya. Kudapan yang paling disuka adalah soto daging. ”Biasanya cari soto dok, saya dan keluarga sangat suka soto, jadi jalan-jalan kemana saja pasti mampir soto,” ungkapnya.

Kegemaran kulinernya ia imbangi dengan perilaku hidup sehat. Galuh rutin olahraga gowes, bulutangkis dan senam. Jika memiliki waktu yang cukup longgar, ia manfaatkan untuk berolahraga dengan suami tercinta di lapangan Desa Brodot. ”Kebetulan fasilitas olahraga sedikit lengkap, ada lapangan basket, bulutangkis, dan ada alat-alat fitnes,” jelas dia.

Jika tidak sempat berolahraga di luar, ia memastikan berolahraga di rumahnya sendiri. “Ada alat treadmill yang biasa saya pakai,” tambahnya. Berkat rutinitas olahraga, tubuhnya sedang-sedang saja, tinggi 160 dengan berat badan 65 kilogram. Galuh juga mengaku tak suka ngemil. ”Saya itu makan dengan porsi normal, setelah makan ya sudah, ngemil tidak pernah, karena tidak suka,” pungkasnya.

(jo/wen/jif/JPR)

 TOP