alexametrics
Minggu, 20 Jun 2021
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Bupati Minta Camat Salat Id di Tempat Tugas

12 Mei 2021, 08: 30: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

KOMPAK: Bupati Mundjidah Wahab dan Wabup Sumrambah saat konferensi pers di pendapa.

KOMPAK: Bupati Mundjidah Wahab dan Wabup Sumrambah saat konferensi pers di pendapa.

Share this      

JOMBANG – Bupati Mundjidah Wahab meminta para camat menjalankan salat Idul Fitri di tempat tugas. Salah satunya guna mamastikan pelaksanaan ibadah salat mematuhi protokol pencegahan Covid-19.

’’Camat beserta forkopimcam dan tiga pilar kita minta salat Id di tempat tugas. Agar bisa melaporkan pelaksanaan salat Idul Fitri  di wilayah tugasnya,’’ kata Bupati Mundjidah kala konferensi pers jelang Idul Fitri di pendapa kabupaten, kemarin.

Bupati menambahkan, terkait penyelenggaraan salat Idul Fitri, pemkab sudah menerbitkan surat edaran (SE). Dalam SE disebutkan, malam hari raya tak boleh ada takbir keliling. Kegiatan takbiran boleh dilaksanakan di musala/masjid. Itu pun pesertanya, maksimal 10 persen dari kapasitas masjid/musala. ”Salat Id dilaksanakan sesuai  zona masing-masing RT,’’ kata Mundjidah. Misal RT dengan zona merah warganya harus salat Id di rumah. Zona merah yakni lebih dari 10 rumah kena Covid-19 sepekan terakhir.

Baca juga: Latihan Dua Jam Sehari

Zona  oranye boleh mengadakan salat Id di masjid/musala dengan jamaah 15 persen kapasitas. Zona oranye yakni ada enam hingga 10 rumah dalam satu RT terpapar korona seminggu terakhir.

Zona kuning dan hijau boleh mengadakan salat Id di masjid/musala dengan jamaah 50 persen kapasitas. Zona hijau bebas korona. Zona kuning sepekan terakhir ada satu sampai lima rumah terpapar korona dalam satu RT. ’’Harus diperbanyak jamaah salat Id di halaman masjid/musala dan lapangan,’’ pesan Mundjidah.

Bupati perempuan pertama di Jombang ini juga minta setiap lokasi salat Id membentuk kepanitiaan. Ada yang bagian mengecek suhu tubuh jamaah. Juga ada yang bagian memberikan handsanitizer. Serta memberikan masker bagi yang belum memakai masker. ’’Salat Id-nya tidak boleh lama-lama,’’ tegasnya.

Imamnya baca surat pendek. Khutbahnya maksimal 10 menit. ’’Harus jaga jarak, dan tidak boleh salaman. Setelah salat Id langsung pulang,’’ terangnya. Untuk pembagian zakat mal maupun zakat fitrah, dia minta agar menghindari   kerumunan. ’’Lebih bagus zakat diantar ke rumah penerima,’’ pesannya.

(jo/ang/jif/JPR)

 TOP