alexametrics
Minggu, 20 Jun 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Tidak Ada Tes, Masuk PPDB SD/MI Berdasarkan Usia dan Zonasi

11 Mei 2021, 09: 20: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Tidak Ada Tes, Masuk PPDB SD/MI Berdasarkan Usia dan Zonasi

Share this      

JOMBANG – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SD dan MI tidak boleh ada tes. Apalagi tes baca, tulis, dan hitung. ’’Tidak boleh ada tes masuk MI. Tes kemampuan baca tulis hanya untuk pengelompokan saja agar lebih mudah mengajari siswa,” kata Arif Hidayatullah, kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Jombang, kemarin (10/5).

Pertimbangan dalam penerimaan siswa hanya dua. Yakni usia dan zonasi alias jarak tempat tinggalnya dari madrasah. ’’Petunjuk teknis PPDB tidak mengatur tentang tes masuk madrasah ibtidaiyah. Hanya diatur mengenai usia yang bisa masuk ke jenjang MI,’’ jelasnya.

Calon peserta didik yang berusia tujuh tahun wajib diterima dengan mempertimbangkan batas daya tampung sesuai rombel yang ditetapkan. Calon peserta didik berusia paling rendah enam tahun pada tanggal 1 Juli. Calon peserta didik kurang dari enam tahun bisa diterima dengan syarat. Yakni memilki kecerdasan istimewa atau bakat istimewa dengan rekomendasi tertulis dari psikolog profesional.

Baca juga: Hanya Dua CCTV yang Berfungsi

’’Jika tidak ada rekom dari psikolog profesional, rekomendasi dapat diberikan oleh guru sekolah atau madrasah,” tambah Arif.

Hal yang sama juga berlaku di SD. Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang, Endro Wahyudi, mengatakan, tidak ada tes masuk untuk calon peserta didik baru jenjang SD.

’’Ada tiga jalur PPDB yang bisa dilalui,’’ ungkapnya. Pertama, jalur zonasi memiliki porsi paling besar, 70 persen dari daya tampung sekolah.

Kedua, jalur afirmasi, memiliki kuota 25 persen. Termasuk kuota bagi calon peserta didik penyandang disabilitas dan berasal dari keluarga kurang mampu. Ini harus dibuktikan dengan menjadi penerima program penanganan keluarga tidak mampu baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Lalu yang ketiga, jalur perpindahan tugas orang tua atau wali murid. ’’Kuotanya lima persen,” jelasnya.

Jika pendaftar melebihi pagu, maka diseleksi dengan nilai. Rinciannya, 60 persen dari bobot usia, 40 persen dari bobot domisili. ’’Skor paling sempurna 20.000 jika usianya 7 tahun pas,’’ terangnya. Domisili yang jaraknya kurang dari 100 meter memiliki skor 5.000. Sedangkan lebih dari 1.000 meter memiliki skor 4.750.

 Untuk lima tahun 11 bulan sampai lima tahun enam bulan, harus ada rekomendasi dari psikolog profesional.

(jo/wen/jif/JPR)

 TOP