alexametrics
Minggu, 20 Jun 2021
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Pembobolan SD Terus Marak, Sudah Delapan SD Disatroni Maling

11 Mei 2021, 11: 10: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

MARAK: Foto CCTV sekolah dasar yang dibobol maling. Sejak Januari tercatat sudah 8 sekolah, hingga kini belum satupun pelakunya terungkap.

MARAK: Foto CCTV sekolah dasar yang dibobol maling. Sejak Januari tercatat sudah 8 sekolah, hingga kini belum satupun pelakunya terungkap.

Share this      

JOMBANG – Pembobolan sekolah dasar terus marak di Jombang . Kali ini yang disasar SDN Tanggungan, Kecamatan Gudo. Aksi pelaku terekam CCTV (Closed Circuit Television) sekolah.

Ita Ferawati, staf Administrasi SDN Tanggungan menerangkan, dari gambar CCTV terlihat, pelaku masuk ke ruang guru sepanjang pukul 03.05-03.15. Pelaku berjenis kelamin pria ini, terlihat beraksi sendiri dan mengenakan jaket.

”Jadi dia masuknya lewat ruang guru, kemudian berpindah ke ruangan perpustakaan, tapi sebelumnya sudah sempat juga membobol gudang di sisi timur sekolah dan ruangan UKS,” terang Ita.

Baca juga: Khawatir Muncul Klaster, Dewan Minta Satgas Covid-19 Tegas

Dia menambahkan, awalnya pelaku terlihat berjalan dan sesekali mengintip ke ruang guru. Gambar ini terlihat jelas dari CCTV di depan ruang guru. Sejurus kemudian, pelaku mulai mencoba masuk ruang guru dengan cara mencongkel pintu menggunakan linggis kecil.

Di dalam ruangan itu, pelaku mulai mengobok-obok isi ruangan. Pria berjaket dan bermasker itu juga akhirnya mengetahui ada CCTV yang merekamnya. Setelah sadar aksinya terekam, ia pun kemudian mengambil kamera yang terpasang di sudut ruangan dengan linggis yang ia bawa. Wajahnya juga terlihat sangat jelas saat mencoba mengambil kamera.

Pihak sekolah baru mengetahui jika sekolahnya dibobol sekitar pukul 05.45, saat Mulyono, 37, penjaga sekolah datang ke sekolah dan mengetahui kondisi beberapa ruangan sudah acak-acakan. ”Jadi waktu saya dilapori sama penjaga sekolah saya langsung ke sini, kondisinya sudah berantakan. Beberapa ruangan seperti kantor, perpustakaan sampai gudang sudah terbuka pintunya,” lanjutnya.

Saat dilakukan pengecekan, sejumlah peralatan sekolah diketahui telah hilang dibawa maling. Peralatan itu yakni sebuah monitor untuk memantau CCTV, sebuah kamera CCTV di ruang guru dan sebuah pengeras suara yang terletak di ruang perpustakaan. ”Untuk kerugian materiil kemungkinan Rp 2- Rp 3 juta, selain dari dua ruangan itu tidak ada lagi barang yang hilang di ruangan lain,” rincinya.

Pihak sekolah telah melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian. Hingga Senin (10/5) siang kepala sekolah dan penjaga sekolah masih dimintai keterangan di Mapolsek Gudo. ”Petugas dari Polsek Gudo tadi juga sudah ke sini, sudah olah kejadian perkara,” pungkasnya.

Dihubungi terpisah, Kapolsek Gudo AKP M Agus membenarkan kejadian ini. Selain melakukan pemeriksaan saksi, pihaknya menyeut telah mengamankan barang bukti berupa rekaman CCTV untuk diperiksa lebih lanjut. ”Kita lidik(penyelidikan) lebih lanjut, mudah-mudahan bisa ditemukan. CCTV ini sebagai bahan petunjuk. Nanti jika ada yang mengenali tetap akan kita ungkap,” singkatnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Jombang Agus Purnomo mengaku sudah mendapat laporan terkait kejadian pencurian yang menyasar SDN Japanan 1. Dia berharap kepolisian bisa mengungkap para pelaku.

”Ini sudah kejadian yang kesekian kalinya pencurian menyasar SD,” terangnya.

Agus menambahkan, terhitung sejak Januari, sedikitnya ada tujuh SD yang disatroni maling. Di antaranya, SDN Plosogeneng, Kecamatan Jombang,  SDN Mancar 1, Kecamatan Peterongan, SDN Pucangro 2, Kecamatan Gudo, SDN Talungkidul 2 Kecamatan Sumobito.

Selain itu, SDN Pulorejo 2, Kecamatan Ngoro, SDN Kedungpapar, Kecamatan Sumobito dan terbaru SDN Japanan 1 Mojowarno. ”Tadi saya sudah memantau ke SDN Japanan 1 dan memang banyak yang hilang,’’ ujar dia.

Agus berharap, kepolisian mengusut tuntas kasus ini. Sebab, tidak menutup kemungkinan jika pelaku merupakan komplotan spesialis pencurian sekolah. ”Sudah ada 7 sekolah. Besar harapan kami kasus segera terungkap,’’ singkat Agus.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP