alexametrics
Selasa, 22 Jun 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Atasi Insomnia Kronis di Poli Kesehatan Jiwa RSUD Jombang

Jangan Merasa Rendah, Bisa Konsultasi

07 Mei 2021, 08: 10: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

dr Antina Nevi Hidayati Sp.KJ,

dr Antina Nevi Hidayati Sp.KJ,

Share this      

JOMBANG – Insomnia adalah salah satu gangguan tidur yang paling sering dikeluhkan. Untuk dapat ditangani secara cepat dan benar, RSUD Jombang mengajak masyarakat dari kalangan apa saja, untuk konsultasi langsung ke Poli Kesehatan Jiwa RSUD Jombang.

”Sebelum memicu timbul penyakit lain, jangan ragu-ragu datang ke Poli Jiwa RSUD Jombang. Tidak perlu merasa lebih rendah dari orang lain,” ucap dr Antina Nevi Hidayati Sp.KJ, salah satu dokter spesialis kejiwaan di RSUD Jombang, kemarin. Langkah konsultasi itu untuk meminimalisir  penyakit lain.

Jika masalah kejiwaan tidak dikelola dengan baik, maka  menjadi satu  kelemahan yang menghalangi siapa saja dalam  meraih  cita-cita. Insomnia berkaitan dengan tingginya angka absensi, dan dapat memicu munculnya berbagai penyakit fisik maupun mental. ”Kondisi kurang tidur yang terjadi terus menerus. Waktu tidur kurang dari enam jam dapat menyebabkan gangguan kognitif, perubahan mood, dan abnormalitas kadar hormon dalam tubuh,” jelasnya.

Baca juga: Tinggalan Pak Harto, Desain Serba Segi Lima

Layanan konsultasi Poli Kesehatan Jiwa RSUD Jombang.

Layanan konsultasi Poli Kesehatan Jiwa RSUD Jombang.

Insomnia tiga hari berturut-turut harus diwaspadai. Karena dapat menimbulkan kecemasan, bahkan depresi. Kecemasan tentang tidur, justru menyebabkan keterjagaan, pikiran yang terus-menerus dan timbul ketegangan otot yang justru memperburuk lingkaran setan kecemasan.

”Insomnia juga kerap menyertai gangguan jiwa lain, misalnya depresi atau mania,” ungkap alumnus FK Unair Surabaya 2001 ini. Disampaikan ada beberapa faktor yang menyebabkan insomnia berlangsung terus menerus. Yaitu kebiasaan tidur yang buruk dan dibiarkan, kekhawatiran berlebihan tentang tidur, menghabiskan waktu terlalu lama untuk mencoba tidur.

Dokter kelahiran Jombang 46 tahun lalu ini juga mengutarakan, waspadai insomnia primer, gangguan tidur tanpa sebab. Yang dianggap bentuk gangguan cemas dengan fokus kekhawatiran akan kebutuhan tidur yang tidak tercukupi.  Beberapa hal dapat memicu munculnya insomnia jangka pendek. Di antaranya stres psikologis, dukacita, cemas, kebisingan. Masalah fisik, nyeri, kehamilan, penyakit jantung dan paru, penyakit saluran kemih. Gangguan psikiatri, depresi atau cemas.

“Selain itu penggunaan obat atau zat pemicu insomnia, seperti obat beta bloker, anti depresi, penahan nafsu makan, alkohol, kopi dan rokok,” kata dr Nevi. Untuk mengatasi hal serupa, ia menyarankan agar penderita insomnia membiasakan tidur yang baik (hygiene tidur/sleep hygiene). Misal melatih jadwal tidur yang teratur. termasuk menyamakan waktu antara tidur dan bangun setiap hari. 

”Mengurangi paparan cahaya, karena cahaya yang terang, tubuh dan otak cenderung lebih aktif.  Tidurlah pada saat mengantuk, tidak masuk kamar sebelum mengantuk. Ini merupakan solusi,” tuturnya. Hindari konsumsi alkohol, rokok, kopi, dan zat pembangkit lain yang meningkatkan keterjagaan, utamanya setelah sore hari.

Kadangkala obat diperlukan, obat anti insomnia pada umumnya merupakan obat keras yang harus diresepkan oleh dokter. Penggunaannya juga dibatasi dan rawan disalahgunakan. ”Datang konsultasi ke Poli Jiwa untuk mendapatkan solusi terbaik, akan lebih bermanfaat, sebelum gangguan tidur berlanjut menimbulkan penyakit penyerta lain,” pungkas ibu dua anak ini.

(jo/wen/jif/JPR)

 TOP