alexametrics
Minggu, 20 Jun 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Perkara Limbah B3 Segera Disidangkan

06 Mei 2021, 11: 20: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Perkara Limbah B3 Segera Disidangkan

Share this      

JOMBANG - Tiga direktur perusahaan di Kecamatan Sumobito yang menjadi tersangka kasus pengolahan limbah jenis B3 harus bersiap menghadapi sidang. JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang sudah melimpahkan perkara ke pengadilan.

Tiga direktur tersebut masing-masing, RO, pemilik CV SS 2, JA, pemilik CV MJS dan MU direktur CV SS 3. ”Untuk tiga tersangka perkara limbah B3 sudah kita limpah ke pengadilan. Saat ini tinggal menunggu penetapan sidang,” tegas  Kasi Pidum Kejari Jombang Ahmad Jaya, kemarin.

Terpisah, upaya penyidik KLHK menuntaskan berkas tersangka Wa, direktur PT MLA akhirnya membuahkan hasil. itu setelah penyidik Kejati Jatim sudah menyatakan lengkap alias P21. ”Untuk berkas keempat penyidikan kasus limbah B3 atas nama tersangka Wa, direktur PT MLA, sudah dinyatakan lengkap pada Jumat (23/4) lalu,” terang Muhammad Nur, Kepala Balai Gakkum KLHK wilayah Jabalnusra.

Baca juga: Hari Ini Bus Umum Dilarang Beroperasi

Nur menyebut, sebelumnya berkas penyidikan Wa memang sempat dinyatakan belum lengkap dan dikembalikan. Namun dengan dipenuhinya beberapa petunjuk jaksa usai itu, jaksa peneliti akhirnya menyatakan berkas itu lengkap.

Usai berkasnya dinyatakan lengkap, pihaknya menyebut kini mulai berkoordinasi dengan jaksa di Kejari Jombang untuk melakukan pelimpahan tahap dua. ”Koordinasi sudah dilakukan, jadi teknisnya seperti tiga berkas sebelumnya, akan dilimpahkan ke Kejari Jombang, sidang juga di sana (Jombang,Red),” lanjutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sekitar Januari 2021, PPNS dari Balai Gakkum KLHK wilayah Jabalnusra menyegel empat pabrik pengolahan limbah jenis B3 di Desa Bakalan, Kecamatan Sumobito. Keempatnya adalah CV SS 2, CV MJS, CV SS 3 dan PT MLA.

Dalam prosesnya, penyidik melakukan pemeriksaan sejumlah saksi, termasuk empat direktur perusahaan. Hasilnya, penyidik meningkatkan status empat direktur perusahaan masing-masing RO, direktur CV SS 2, JA direktur CV MJS, MU direktur CV SS 3 dan WA, direktur PT MLA  sebagai tersangka.

Keempatnya dijerat melanggar pasal 103 dan 104 UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan ancaman hukuman maksimal 3 tahun  penjara dan denda maksimal Rp 3 miliar.

Dalam prosesnya, tiga berkas masing-masing milik tersangka RO, direktur CVSS 2, JA direktur CVMJS, dan MU direktur CV SS 3 dinyatakan P21. Sementara berkas tersangka WA, direktur PT MLA masih dalam proses penelitian jaksa.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP