alexametrics
Sabtu, 15 May 2021
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Pembangunan Pasar Perak Belum Jelas

05 Mei 2021, 11: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

DIROBOHKAN: Material reruntuhan sisa bangunan pasar Perak yang sudah dirobohkan. Hingga kini belum ada kejelasan proyeknya.

DIROBOHKAN: Material reruntuhan sisa bangunan pasar Perak yang sudah dirobohkan. Hingga kini belum ada kejelasan proyeknya.

Share this      

JOMBANG –  Terhitung sejak awal tahun, pedagang di Pasar Perak sudah mengosongkan pasar dan menempati lapak sementara dengan bangunan seadanya. Bahkan bangunan pasar sudah rata dengan tanah. Sayang kini belum ada kejelasan terkait pembangunan pasar.

Bambang Nurwijanto Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang melalui Nursila Cahyaningrum Kabid Sarana Perdagangan dan Barang Pokok Penting menerangkan  hingga kini proyek pembangunan pasar Perak masih menunggu kejelasan pencairan dari Pemprov Jatim. Pasalnya anggaran pembangunan pasar berasal dari bantuan keuangan (BK) provinsi. ’’Jadi sekarang nunggu provinsi, karena anggarannya ini dari BK provinsi, bukan dari APBD,’’ kata Nursila dikonfimasi Jawa Pos Radar Jombang.

Dijelaskan, sebenarnya sejak awal pihaknya sudah bergerak aktif. Salah satunya mengirim berkas pengajuan lelang ke Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setdakab Jombang. sayang, lantaran terkendala anggaran dari provinsi belum cair, sehingga proses lelang belum bisa dilakukan sampai sekarang. ’’Sekarang masih proses, tinggal nunggu cair, nanti akan dilelang di sibaja. Kita sudah ke sana, tapi belum berani lelang kalau anggaran belum turun ke BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah). Jadi masih nunggu provinsi,’’ imbuh dia.

Baca juga: Jualan Mercon di Medsos, Pria Asal Kediri Ditangkap

Dikatakan, sesuai estimasi, anggaran bantuan keuangan dari provinsi nantinya mencapai sekitar Rp 7,2 miliar. Pihaknya optimistis anggaran secepatnya bisa cair. ’’Insya Allah pasti, dari provinsi kemarin sudah. Katanya ada anggaran untuk Pasar Perak, tinggal nunggu surat itu saja,’’ sambung Nursila yang juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek.

Dia menambahkan, dengan pagu mencapai Rp 7,2 miliar, memang belum sepenuhnya pengerjaan fisik kelar. Salah satunya pembangunan fasul dan lahan parkir. ’’Jadi kemarin itu anggarannya Rp 7,2 miliar belum keseluruhan. Tapi sudah bisa dipergunakan, seperti fasum dan lahan parkir itu belum,’’ jelas Nursila lagi.

Dia sendiri tak berani memastikan, seperti apa pembangunan pasar itu kedepannya. ’’’Kelihatannya nanti bertahap. Tapi yang jelas tahun ini Rp 7,2 miliar ini sudah bisa menggunakan pasar, artinya bisa dipanggoni istilahnya begitu,’’ pungkas Nursila.

Terpisah Joko Murcoyo Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setdakab Jombang membenarkan dokumen pengajuan proyek pembangunan pasar Perak sudah masuk ke pihaknya. Hanya saja, sementara belum bisa dilelang lantaran menunggu kepastian anggaran. ’’Jadi sampai sekarang (kemarin, Red) belum dilelang. Untuk dokumen perencanaan dan koordinasi ini sudah. Terkait penganggarannya yang belum,’’ kata Joko dikonfirmasi.

Dari informasi yang dia terima, anggaran proyek tersebut bersumber dari BK Provinsi. ’’Karena kemarin katanya BK provinsi, kita kan menunggu kejelasan anggaran itu. Kalau memang sudah ada, ya nanti dilelang,’’ pungkas Joko.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemkab tahun ini berencana merehab bangunan pasar Perak. Guna persiapan, sejak awal tahun seluruh pedagang pasar diminta mengosongkan lapaknya. untuk sementera mereka difasilitasi pemkab menempati lapak baru tak jauh dari lokasi pasar.

Tak hanya itu, pemkab juga sudah merobohkan bangunan pasar. Seperti terpantau Selasa (27/4), bagian depan tinggal menyisakan beberapa bangunan. Meski begitu, seluruh bangunan tak utuh lagi. Hanya tersisa dinding bagian depan. Sementara atap dan dinding bagian belakang dan samping sudah hancur. ’’Baru dibongkar sekitar sepuluh hari terakhir. Pokoknya puasa itu mulai dibongkar,’’ kata Khudori salah satu warga kepada koran ini, kemarin.

Ia menyampaikan, kondisi bangunan di belakang sudah rata dengan tanah. Terlihat ekskavator dan mobil pikap yang sibuk bekerja.

(jo/fid/jif/JPR)

 TOP