alexametrics
Minggu, 20 Jun 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Larangan Mudik Mulai Berlaku Besok

05 Mei 2021, 08: 50: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

DIPERIKSA: Petugas gabungan melakukan pengecekan kendaraan yang melintas di Exit Tol Bandarkedungmulyo.

DIPERIKSA: Petugas gabungan melakukan pengecekan kendaraan yang melintas di Exit Tol Bandarkedungmulyo.

Share this      

JOMBANG – Larangan mudik lebaran mulai berlaku 6 – 17 Mei. Kemarin (4/5) petugas kepolisian mulai melakukan pengetatan kendaraan yang keluar dari pintu exit tol Bandarkedungmulyo kemarin (4/5). Petugas gabungan memeriksa setiap kendaraan yang melintas.

Pantauan di lokasi, tampak petugas gabungan dari unsur Satlantas Polres Jombang, Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Kesehatan (dinkes) dan TNI siaga di exit tol Bandarkedungmulyo.

Setiap pengendara yang melintas diperiksa petugas, mulai dari kelengkapan kendaraan, surat jalan hingga surat keterangan kesehatan baik rapid test antigen atau PCR. ”Penyekatan mulai resminya tanggal 6 sampai 17 Mei. Namun saat ini kita melaksanakan addendum yang diterapkan Satgas Covid-19 Nasional,’’ ujar Iptu Sudarsono, Padal Ops Check Point exit tol Bandarkedungmulyo  di lokasi.

Baca juga: Bank Jombang Ikut Berbagi ke Mitra Pemasaran Koran

Dijelaskan, dari beberapa kendaraan yang diperiksa. Secara keseluruhan sudah melengkapi berkas atau syarat perjalanan. ”Semuanya sudah lengkap, mulai surat jalan hingga surat keterangan sehat,’’ tambahnya. 

Sedangkan, volume kendaraan yang melintas sejak pukul 10.00 kemarin terpantau cukup sepi. Pihaknya menilai, volume kendaraan justru mulai berkurang mendekati masa larangan mudik. ”Pagi ini cukup sepi yang melintas tol,’’ tambahnya.

Dikonfirmasi terpisah, Hartono Kepala Dinas Perhubungan Jombang membenarkan larangan mudik berlaku mulai 6-17 Mei. Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13/2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri. Adapun sejumlah kendaraan yang dilarang melintas di antaranya kendaraan bermotor umum dengan jenis mobil bus, mobil penumpang, kendaraan bermotor perseorangan dengan jenis mobil penumpang, mobil bus, dan sepeda motor serta kapal angkutan sungai, danau dan penyeberangan. ”Namun untuk mobil barang dengan tidak membawa penumpang, kendaraan yang mengangkut obat-obatan serta kendaraan yang dipakai untuk mengangkut kepentingan mendesak untuk kepentingan non mudik kita kecualikan,’’ ujar dia.

Disinggung soal titik mana saja yang akan dilakukan penyekatan, Hartono menegaskan itu kewenangan kepolisian. ”Untuk titik-titik penyekatan yang menentukan adalah kepolisian sebagai pelaksana utama. Kita mulai besok sifatnya hanya mendukung,’’ pungkas dia.

(jo/ang/jif/JPR)

 TOP