alexametrics
Sabtu, 15 May 2021
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Jadilah Orang Yang Bermanfaat (Tauhid Sosial)

05 Mei 2021, 08: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

OLEH: Dra HJ NISWAH QONITA AS’AD Pengasuh Asrama XI  Muzamzamah Chosyi Ah An Amta Ponpes Darul Ulum Peterongan, Jombang.

OLEH: Dra HJ NISWAH QONITA AS’AD Pengasuh Asrama XI Muzamzamah Chosyi Ah An Amta Ponpes Darul Ulum Peterongan, Jombang.

Share this      

MEMBERI itu lebih utama daripada menerima dan merupakan tindakan yg sangat mulya" dan hal ini diajarkan oleh agama dan para sesepuh kita. Memberi hiburan pada saudara dan teman atau siapa saja bukan berarti kita tidak punya duka, tapi karena memiliki kemulyaan hati bahwa membuat orang lain senang dan bahagia adalah sikap terpuji.

Memberi senyuman pada siapa saja tanpa membedakan strata, kasta atau kedudukan merupakan bukti ketulusan dan kerendahan hati serta kemulyaan budi yang sangat dalam, dalam diri seseorang.

Memberi kemanfaatan pada semua orang tanpa berharap balasan, sebagai bukti memiliki rasa empati simpati dan peduli kepada  keluarga saudara kerabat handaitaulan dan lingkungan sekitar.

Baca juga: Tuntutan Warga Tak Terpenuhi, 1,5 Tahun Sawah Warga Mangkrak

Memberi cinta dan kasih sayang  serta perhatian pada pasangan, kerabat, sahabat dan teman sejawat menunjukkan memiliki pemahaman pada tindakan yang harus dilakukan dan ini sesuai norma ajaran agama dan para pendahulu kita.

Memberi barang atau benda yg masih disukai pada orang lain, menandakan adanya kesadaran bahwa  kepemilikan bersifat sementara dan merupakan titipan dari Sang Pencipta dan tidak kekal dan tidak dibawa ke liang lahat.

Memberi sama artinya berkeinginan membahagiakan banyak orang. Menurut teori semua akan kembali pada kebahagiaan diri sendiri. Sebagaimana firman Allah "hal jazul ihsan illal ihsan" yang artinya; Apakah kamu tidak tahu bahwa kebaikan dibalas dengan kebaikan.

Dalam masa pandemi Covid -19, seluruh masyarakat merasakan efek dari pandemi tersebut yang begitu dasyat, baik di bidang perekonomian, pendidikan, pariwisata dan dalam sektor yang lainya.

Sekolah belajar melalui daring atau online yang menyebabkan kebingungan siswa maupun gurunya, yang hasil proses pembelajarannya jauh dari  tujuan RPP atau goal education yang katanya para pakar pendidikan tercapai 60 %. Itu saja sudah bagus, apalagi kalau kita melihat kegalauan para mahasiswa dan siswa yang sebagian kebingungan tentang fasilitas daring, tentang kuota mata kuliah dan mata pelajaran yang tidak dipahami dan butuh penjelasan yang mendalam.

Mahasiswa praktek di laboratorium atau rumah sakit yang begitu njlimet persyaratan dan prosedurnya dan kegalauan serta kejenuhan kebosanan mereka yang selalu dibebani dengan tugas  tugas kuliah atau sekolah. Belum lagi bagaimana ketika kita mendengar jeritan para wali murid dan santri yang pekerjaan terimbas oleh pandemi.

Kita semua sebagai orang yang beriman maka harus menebar sifat empati dan simpati dengan cara meyebarkan kasih sayang melalui donasi baik berupa motivasi, finansial maupun material minimal dengan senyuman. Sehingga dengan bantuan kita yang sedikit dapat menghibur lara mereka, penderitaan mereka, kesedihan mereka  apalagi kalau bantuan itu banyak dapat memotivasi, mencukupi kebutuhan-kebutuhan mereka. Dan mudah mudahan dengan bantuan itu menambah kuatnya keimanan mereka dan ibadah mereka. Kita tidak boleh ongkang-ongkang alias cuek terhadap keadaan mereka.

Apalagi ini bulan Ramadan, bulan penuh berkah. Siapapun orang yang menebarkan kasih sayang, memberikan santunan, memberikan kebaikan kepada orang lain akan dilipat gandakan pahalanya oleh Allah SWT.

Semoga kita semua  termasuk orang yang dapat menebar kasih sayang dan kebaikan kepada siapapun, dimanapun serta kapanpun. Amiinnn

(jo/wen/jif/JPR)

 TOP