alexametrics
Sabtu, 15 May 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Jalani Sidang, Eks Kades Mojowarno Datangkan Saksi Meringankan

04 Mei 2021, 17: 59: 30 WIB | editor : Rojiful Mamduh

JANGAN TERULANG LAGI: Suasana sidang kasus dugaan korupsi dana desa (DD) Mojowarno.

JANGAN TERULANG LAGI: Suasana sidang kasus dugaan korupsi dana desa (DD) Mojowarno.

Share this      

JOMBANG – Sidang ke empat untuk terdakwa Catur Budi Setyo, eks Kades Mojowarno dalam kasus korupsi dana desa (DD) bakal digelar hari ini. Rencananya, dalam sidang itu ia bakal mendatangkan saksi yang meringankan.

“Sidang lanjutan  dijadwalkan Selasa (4/5) besok (hari ini, Red), agendanya pemeriksaan saksi dilanjut pemeriksaan terdakwa,” kata Muhammad Salahuddin Kasipidsus Kejaksaan Negeri Jombang, kemarin. Sidang sebelumnya, sudah digelar Selasa (27/4) lalu dengan agenda pemeriksaan saksi ahli.

Dalam sidang ini, Salahudin menyebut eks kades bakal mendatangkan saksi A de Charge atau saksi yang meringankan untuknya. “Siapa saksinya, kita sendiri belum tahu,” lanjutnya. Setelah pemeriksaan saksi yang meringankan, sidang langsung dilanjut dengan pemeriksaan terdakwa. “Jadi nanti kemungkinan dua agenda sehari,” imbuh dia.

Baca juga: Hari Pertama PPDB, Baru 87 Siswa Mendaftar

Dia menyampaikan, dalam sidang sebelumnya, saksi ahli kedua telah dihadirkan. Saksi ahli yang didatangkan itu berasal dari Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS). “Saksi ahli memang dua kali, karena dalam sidang kedua, saksi ahli yang datang cuma satu, sehingga harus ditunda sampai Selasa minggu lalu,” lanjutnya.

Salahuddin lantas menerangkan, bila saksi ahli yang dihadirkan itu menyampaikan ketentuan dan volume bangunan yang seharusnya dibuat kades berdasarkan analisa anggaran dalam DD Mojowarno.

Seperti diberitakan sebelumnya, Satreskrim Polres Jombang menetapkan Catur Budi Setyo eks Kades Mojowarno sebagai tersangka. Dia diduga menyimpangkan anggaran pembangunan proyek fisik di desa yang didanai dari DD tahun anggaran 2018 lalu. Dari hasil audit, perbuatan eks kades ini diduga mengakibatkan kerugian negara cukup tinggi mencapai Rp 281 juta.

Catur juga telah ditahan di Lapas Klas IIb Jombang sebagai titipan dari Kejari Jombang, sejak 2 Maret 2021 lalu. Setelah berkasnya dinyatakan lengkap atau P21 dan pelimpahan tahap dua dilakukan penyidik kepolisian.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP