alexametrics
Sabtu, 15 May 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Tuntutan Warga Tak Terpenuhi, 1,5 Tahun Sawah Warga Mangkrak

04 Mei 2021, 17: 57: 26 WIB | editor : Rojiful Mamduh

MANGKRAK: Sawah warga di Desa Manduro, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang 1,5 tahun ini mangkrak tak bisa ditanami.

MANGKRAK: Sawah warga di Desa Manduro, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang 1,5 tahun ini mangkrak tak bisa ditanami.

Share this      

JOMBANG – Tuntutan warga Kabuh ke pabrik GRC Board PT Bangun Perkasa Adhitama Sentra, agar memberi ganti rugi dari pencemaran limbah ke sawah, hanya tuntutan. Hingga kini, tuntutan itu tak terpenuhi. Bahkan, selama 1,5 tahun sawah tak bisa digunakan lagi alias mangkrak. 

”Saat kami melakukan aksi 12 April lalu, perusahaan janji akan merealisasikan dalam waktu satu dua minggu,’’ ujar  Cucuk Wahyu Riyanto, 43, salah satu perwakilan warga kepada Jawa Pos  Radar Jombang, kemarin (2/5). Namun harapan warga pupus setelah mendapat kabar jika pihak pabrik tidak bisa merealisasikan tuntutan dengan alasan tidak memiliki anggaran.

”Beberapa hari lalu saya di telphon manager pabrik. Dia menyampaikan tidak bisa memberikan ganti rugi, alasannya pabrik tidak punya uang karena pandemi. Dan ordernya juga sepi,’’ tambahnya.

Baca juga: Ngaplo, Guru Honorer di Jombang Tak Dapat THR

Padahal, lanjut dia, sedikitnya ada empat hektare sawah warga di Desa Manduro, Kecamatan Kabuh, yang terdampak limbah pabrik. Sawah seluas empat hektare itu milik enam warga. Kondisi sawah selama 1,5 tahun ini tidak bisa ditanami. Sebab, kondisinya penuh dengan lumpur setinggi satu meter lebih. ”Kalau turun ke sawah setinggi dada orang dewasa. Sudah berkali-kali menanam, tapi tanamannya mati,’’ jelas dia.

Kondisi paling parah, lanjutnya, dialami Endang, 43 petani setempat. Ia tidak bisa menanam padi lantaran kondisi sawahnya penuh lumpur yang dibuang pabrik. ”Dulu pernah ditanam padi dan jagung, tapi mati,’’ jelas dia. Melihat kondisi itulah dirinya berharap, pihak pabrik memberikan kompensasi atau ganti rugi terhadap sawah yang tidak bisa ditanami lagi. ”Di sawahnya Endang ada batu, drum dan bekas sampah pabrik lainnya,’’ tambahnya.

Lantaran tidak ada kejelasan dari pihak pabrik itulah Wahyu berencana wadul ke bupati dan wakil rakyat. ”Kami sudah membuat laporan ke polres, tapi ditolak karena tidak ada unsur pidana, dan saya diarahkan ke Dinas Lingkungan Hidup,’’ papar dia.

Disinggung soal tuntutan lainnya, Wahyu menyebut semua belum ada yang terealisasi. Hanya, pihak pabrik menyampaikan akan merealisasikan secara bertahap. Untuk tuntutan lain misalnya perekrutan tenaga kerja dijanjikan akhir tahun, lalu untuk normalisasi akan dilakukan setelah musim hujan. “Dan tuntutan CSR katanya akan diusahakan,’’ tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada Jawas selaku penanggungjawab pabrik belum direspons. Panggilan seluler dan konfirmasi melalui WhatsApp tersambung namun tidak direpons. Sementara itu, Noto Sekretaris Desa Manduro, mengaku belum menerima informasi terkait tuntutan warga. ”Karena yang punya sawah tidak pernah koordinasi dengan desa,’’ pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi warga memprotes keberadaan Pabrik GRC Board PT Bangun Perkasa Adhitama Sentra di Jl Raya Ploso – Babat menjadi atensi dinas. Sebagai langkah, tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang sudah menerjunkan tim ke lokasi pabrik. Limbah yang muncul itu dikarenakan pihak perusahaan menggunakan air untuk proses mengolah bahan baku.

(jo/ang/jif/JPR)

 TOP