alexametrics
Sabtu, 15 May 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

17 Kecamatan di Jombang Masih Zona Merah Covid-19

04 Mei 2021, 17: 53: 45 WIB | editor : Rojiful Mamduh

17 Kecamatan di Jombang Masih Zona Merah Covid-19

Share this      

JOMBANG – Meski tren persebaran kasus baru  menurun, ancaman persebaran virus korona tak bisa patut menjadi perhatian serius. Sampai dengan awal Mei, 17 dari 21 wilayah kecamatan di Jombang masih berada di zona merah alias terdapat kasus positif Covid-19 aktif.

Dari data yang dirilis Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang, hingga Senin kemarin (3/5), tercatat hanya empat wilayah kecamatan dinyatakan bebas dari persebaran Covid-19. Masing-masing Kecamatan Plandaan, Ploso, Kudu dan Kecamatan Ngusikan.

”Untuk 17 kecamatan lainnya masih zona merah,” ujar Budi Winarno Koordinator Komunikasi Publik Satgas Covid-19 Kabupaten Jombang, kemarin.

Baca juga: Masker Ramadan

Budi menerangkan, dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya, saat ini tren persebaran kasus baru setiap bulannya mengalami penurunan. Secara berturut-turut, tren persebaran kasus baru pada Januari tercatat sebanyak 1.097 kasus, Februari sebanyak 958 kasus, Maret sebanyak 171 kasus dan pada April sebanyak 163 kasus. ”Sejak awal Mei tercatat sudah ditemukan 5 kasus baru. sebab per hari ini (3/5) temuan kasus baru nihil,” bebernya.

Meski tren penularan virus terjadi penurunan, dia mengimbau warga tidak boleh terlena. ”Jadi tetap harus disiplin menjalankan prokes, khususnya saat beraktivitas di luar,” tegasnya.

Disinggung tren kasus meninggal akibat Covid-19, disebutnya masih tinggi. Dari data yang dihimpun angka kematian di Januari sebanyak 79 orang, Februari 124 orang, Maret 17 orang dan April 17 orang dan per 3 Mei satu orang meninggal.

Diungkapkannya, angka kumulatif orang terpapar Covid-19 mencapai 4.713 orang. Tujuh orang menjalani isolasi mandiri, 47 orang menjalani perawatan di rumah sakit. Dan 4.151 orang dinyatakan sembuh. ”Tercatat 508 orang dinyatakan meninggal positif Covid-19,” pungkas Budi.

(jo/ang/jif/JPR)

 TOP