alexametrics
Sabtu, 15 May 2021
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Minta THR ke Pengusaha, Lurah Jombatan Dicopot Bupati

04 Mei 2021, 17: 46: 13 WIB | editor : Rojiful Mamduh

TEGAS: Usai mencopot Kislan dari jabatan Lurah Jombatan, Kecamatan Jombang, bupati melantik Indra Pratama mengisi jabatan Lurah Jombatan (3/5) kemarin di Ruang Swagata Pendapa Pemkab.

TEGAS: Usai mencopot Kislan dari jabatan Lurah Jombatan, Kecamatan Jombang, bupati melantik Indra Pratama mengisi jabatan Lurah Jombatan (3/5) kemarin di Ruang Swagata Pendapa Pemkab.

Share this      

JOMBANG – Kebijakan Kislan, Lurah Jombatan, Kecamatan Jombang mengirim surat permohonan Tunjangan Hari Raya (THR) ke sejumlah pengusaha di wilayahnya berakibat fatal. Bupati Mundjidah Wahab memutuskan mencopot jabatan Kislan dari kursi Lurah Jombatan (3/5).

Pantauan di Ruang Swagata Pemkab Jombang kemarin (3/5), Bupati Mundjidah Wahab melantik Indra Pratama menjadi Lurah Jombatan baru. Sebelumnya Indra Pratama menjabat sebagai Kasubbag Otonomi dan Kerja Sama Bagian Adm Setdakab Jombang.

Sementara Kislan dimutasikan mengisi jabatan baru sebagai Kepala Seksi Tata Pemerintahan di Kecamatan Peterongan.

Baca juga: Menelusuri Sejarah Gardu Listrik dan Sirine Peninggalan Belanda

Keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor 188.4.45/236/415.41/2021 tertanggal 03 Mei 2021. Bersamaan dengan pelantikan Lurah jombatan baru, bupati juga melantik sejumlah kepala sekolah.

Ditemui usai pelantikan, Bupati Mundjidah membenarkan pencopotan Kislan dari jabatan Lurah Jombatan. Bupati mengatakan, keputusan diambil setelah mempertimbangkan banyak masukan beberapa pihak. "Atas pertimbangan-pertimbangan yang telah dilakukan, tidak sesuai dengan sumpah jabatannya. Maka hari ini dilakukan penggantian jabatan Lurah baru," ucap Mundjidah kepada sejumlah awak media.

Bupati juga menegaskan, keseluruhan surat permohonan THR yang dikeluarkan Pemerintah Kelurahan Jombatan sudah ditarik. Mundjidah juga berharap, kejadian serupa tidak terulang lagi. Ia mewanti-wanti pejabat yang baru agar bekerja profesional dan tidak melanggar sumpah janji jabatannya. "Saya harapkan lurah yang baru ini, agar melaksanakan amanat sesuai dengan perundang-undangan, sehingga tidak sampai ada permasalahan hukum," lanjutnya.

Terpisah, Senen Kepala Badan Kepegawaian Daerah Pendidikan dan Pelatihan (BKDPP) Kabupaten Jombang menyebut, dipilihnya Indra Pratama sebagai Lurah Jombatan baru sudah melalui kajian sebelumnya. ”Jadi lurah yang baru ini kan pengalamannya juga sudah mumpuni. Sebelum di Bagian Pemerintahan Setdakab, dia sudah pernah juga jadi sekretaris kelurahan, sehingga sudah ada pengalaman,” terang Senen.

Hingga kemarin, Senen juga menyebut belum melakukan pemeriksaan langsung kepada Kislan berkaitan beredarnya surat permohonan THR yang viral itu. Pihaknya menyebut, baru akan melakukan pemanggilan usai mutasi dilakukan. ”Ya kan kemarin masih hari libur, hari ini (kemarin,Red) baru akan kita periksa. Jadi sampai saat ini kita belum tahu motif utama pembuatan surat itu,” pungkasnya.

Seperti diberikatakan sebelumnya, Jelang lebaran, sejumlah pengusaha di wilayah Kelurahan Jombatan, Kecamatan Jombang kebingungan. Menyusul kebijakan Pemerintah kelurahan meminta bantuan THR (Tunjangan Hari Raya) dalam bentuk parsel untuk pegawai  kelurahan. Sontak pengusaha pun merasa keberatan. ’’Usaha sekarang sudah sepi, kadang sehari cuma dapat puluhan ribu saja. Kena gini (surat, Red) lagi,’’ kata S, salah satu pengusaha kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.

Dia menambahkan, surat perihal permohonan bantuan THR dalam bentuk parsel diterimanya Kamis (29/4). Surat dengan nomor 400/32/415.53.2/2021 perihal permohonan bantuan THR ditujukan pada pengusaha atau pemilik toko di Kelurahan Jombatan.

Pada kop surat tertulis secara jelas, Pemerintah Kabupaten Jombang, Kecamatan Jombang, Kelurahan Jombang lengkap dengan tanda tangan dan stempel basah Lurah Jombatan.

Sementera itu, kebijakan Pemerintah Kelurahan Jombatan, Kecamatan Jombang meminta Tunjangan Hari Raya (THR)/parsel ke sejumlah pengusaha di wilayanya direspons Bupati Mundjidah Wahab. Orang nomor satu di pemkab sudah melakukan investigasi dan memberikan teguran tertulis kepada oknum lurah. ”Tadi malam (29/4) langsung saya panggil semua. Pak Camat Kota Jombang dan Kepala BKD saya perintahkan agar meminta yang bersangkutan menarik surat THR itu,’’ ujar dia ditemui usai rapat di Ruang Bung Tomo, kemarin (30/4).

Bupati menambahkan, dari penyampaian lurah, belum ada satupun pemilik toko atau usaha yang mengirim parsel. Terhadap Lurah Jombatan sudah diberikan sanksi berupa teguran tertulis. ”Informasi belum ada barang yang diterima. Tapi nanti biar badan kepegawaian yang melakukan investigasi itu maksudnya apa. Yang jelas surat teguran secara tertulis sudah kita kirimkan dan ini sudah kita berikan,” pungkasnya singkat.

(jo/fid/jif/JPR)

 TOP