alexametrics
Sabtu, 15 May 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Peringati Hardiknas, PGRI Jombang Gelar TOT

Optimalisasi Penerapan Blended Learning

03 Mei 2021, 20: 28: 46 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Agus Purnomo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang

Agus Purnomo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang

Share this      

JOMBANG – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jombang menggelar training of trainer (TOT) optimalisasi penerapan blended learning menyambut pembelajaran tatap muka (PTM) 2021. TOT berlangsung empat hari mulai 29 – 30 April  hingga 3 – 4 Mei 5 ke depan di MAN 1 Jombang.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim wilayah Jombang Trisilo Budi Prasetyo, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Jombang yang diwakili Kepala Seksi Pondok Pesantren Arif Hidayatulloh serta peserta TOT.

”Semoga kegiatan ini memberikan manfaat, agar peserta lebih cakap dalam penguatan ilmunya,” ujar Agus dalam sambutannya saat membuka kegiatan TOT.

Baca juga: Hardiknas, Jayalah Guru, Jayalah Pendidikan

ANTUSIAS: Peserta TOT di MAN 1 Jombang tampak antusias mengikuti kegiatan yang diadakan PGRI Jombang.

ANTUSIAS: Peserta TOT di MAN 1 Jombang tampak antusias mengikuti kegiatan yang diadakan PGRI Jombang.

Dalam kesempatan itu, Agus menyampaikan kegiatan diikuti guru SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MK dan STKIP PGRI Jombang. ”Kita adakan selama beberapa hari untuk mencegah penularan Covid-19,’’ tambahmya.

Sementara itu, Jumadi Ketua PGRI Kabupaten Jombang mengungkapkan, PGRI Kabupaten Jombang merupakan PGRI yang ideal, karena kepengurusannya mencakup tiga instansi, yakni Dinas P dan K Jombang, Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang dan Kementerian Agama Kabupaten Jombang. ”Peserta TOT ini akan menjadi pelatih yang akan mengimbaskan ilmunya kepada guru yang lain,” ucap Jumadi.

Dijelaskan, dalam masa pandemi Covid-19, penerapan blended learning sangat dianjurkan. Karena pembelajaran tersebut memiliki keunggulan yakni menggabungkan pembelajaran tatap muka dan daring. ”Dalam masa pandemi ini kita juga menerapkan kedua pembelajaran itu. Bagi walimurid yang mengizinkan anak mereka mengikuti pembelajaran tatap muka maka harus menyertakan surat izin mengikuti PTM. Sedangkan bagi walimurid yang belum mengizinkan anaknya, tetap kita fasilitasi dengan pembelajaran daring,’’ pungkasnya.

(jo/ang/jif/JPR)

 TOP