alexametrics
Sabtu, 15 May 2021
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Disnaker Jombang Peringati Hari Buruh Internasional

Gelar Buka Bareng dengan Buruh, Pengusaha

03 Mei 2021, 20: 22: 43 WIB | editor : Rojiful Mamduh

HIDUP BURUH: Suasana peringatan May Day diisi dengan kegiatan potong tumpeng dan buka bersama dengan buruh dan pengusaha di Pendapa Pemkab.

HIDUP BURUH: Suasana peringatan May Day diisi dengan kegiatan potong tumpeng dan buka bersama dengan buruh dan pengusaha di Pendapa Pemkab.

Share this      

Peringatan Hari Buruh atau May Day Di Kabupaten Jombang dihelat secara sederhana. Di tengah pandemi Covid-19, tak ada lagi kegiatan jalan sehat atapun kegiatan meriah lainnya digelar. Meski begitu, peringatan hari buruh tetap berkesan dengan kegiatan potong tumpeng dan buka bersama di Pandapa Kabupaten.

AINUL HAFIDZ, Jombang

Pandemi Covid-19 tak menyurutkan semangat peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang diperingati setiap 1 Mei. Di Kabupaten Jombang Pemkab Jombang melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jombang mengisinya dengan kegiatan potong tumpeng dan buka bersama di Pandapa Kabupaten Jombang Jumat (30/4).

Baca juga: Terkena Ledakan Mercon, Tangan Remaja Hancur

Bupati Jombang Mundjidah Wahab bersama Forkopimda serta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ambil bagian dalam peringatan itu. Tak sedikit perwakilan serikat pekerja buruh juga dalam agenda itu.

Mulai KSPSI (Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia), Sarbumusi (Serikat buruh muslim Indonesia), lalu SBSI (Serikat Buruh Sejahtera Indonesia), SPN (Serikat Pekerja Nasional), GSBI (Gabungan Serikat Buruh Indonesia), hingga Apindo dan Kadin Jombang.

Agenda tersebut juga diikuti perwakilan perusahaan, serta BPJS Tenaga Kerja dan BPJS kesehatan serta FKUB Jombang. ’’Atas nama pribadi dan pemkab saya menyampaikan pada masyarakat selamat memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 1 Mei pada seluruh pekerja,’’ kata Bupadi dalam sambutannya.

Sementara Purwanto, Kepala Disnaker Jombang menjelaskan, pihaknya sudah melaksanaan supervisi berjejaring. Yakni sebagai bentuk perlindungan pada pekerja dan pengusaha. ’’Jadi strategi supervisi pada stakeholder pelaksana kebijakan pengupahan upaya penurunan perselisihan hubungan industrial yang disebabkan atau menyebabkan konsekuensi pengupahan,’’ kata Purwanto.

Dijelaskan, ini dapat dibangun dengan melibatkan unsur tripartit, yakni unsur pemerintah, pengusaha dan pekerja. Melalui format yang dirumuskan dengan kesepakatan bersama. ’’Sampai dengan saat ini jumlah perselisihan hubungan industrial yang disebabkan atau menyebabkan konsekuensi pengupahan masih relatif tinggi,’’ imbuh dia.

Menurut dia, ini dikarenakan tak patuhnya pada norma ketenagakerjaan, terutama persyaratan kerja. ’’Dalam supervisi ini seluruh stakeholder akan dilibatkan. Yakni penciptaan sebuah sistem jejaring yang dapat melakukan supervisi pada pelaksana kebijakan pengupahan,’’ sambung Purwanto.

Pelaksanaannya kata dia, selain dilakukan supervisi secara langsung juga didukung pembentukan sebuah sistem informasi ketenagakerjaan dan kebijakan lokal. Tujuannya peningkatan kepatuhan persyaratan kerja. ’’Dengan supervisi berjejaring dan didukung dengan pemanfaatan sistem informasi, maka diharapkan adanya peningkatan kepatuhan norma ketenagakerjaan yang berdampak langsung pada penurunan angka perselisihan hubungan industrial,’’ beber dia.

Dikatakan supervisi dilaksanakan pada 28-29 april lalu di enam perusahaan wilayah Jombang. Hasilnya, masih ada sebagian kecil perusahaan yang belum melengkapi persyaratan kerja. ’’Misalnya peraturan perusahaan, pendaftaran PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Red) dan pelaksana struktur skala upah. Pada perusahaan diberikan pembinaan dan pendampingan memenuhi syarat kerja yang belum dipenuhi,’’ jelas dia.

Meski begitu mayoritas sudah memenuhi syarat kerja, termasuk masalah kewajiban pembayaran THR pada pekerja. Yakni maksimal H-7 hari raya keagamaan. ’’Pola supervisi ini akan dilakukan secara reguler sebagai salah satu bentuk pembinaan dan perlindungan bagi pengusaha maupun pekerja,’’ pungkas Purwanto.

(jo/fid/jif/JPR)

 TOP