alexametrics
Sabtu, 15 May 2021
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Hardiknas, Jayalah Guru, Jayalah Pendidikan

03 Mei 2021, 20: 19: 36 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Agus Purnomo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang

Agus Purnomo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang

Share this      

JOMBANG - 2 Mei adalah hari bersejarah bagi kita semua sebagai bangsa Indonesia. Karena hari itu merupakan perjuangan yakni Hari Pendidikan Nasional atau biasa kita kenal dengan sebutan Hardiknas.

Peristiwa 2 Mei secara singkat yakni hari lahirnya Bapak Pendidikan di Indonesia yakni Ki Hadjar Dewantara. Kita patut bangga, karena beliau dahulu mati-matian dengan bercucur keringat dalam memperjuangkan bangsa Indonesia agar mendapatkan pendidikan yang layak, karena sejatinya pendidikan adalah poin sentral secara holistic sebagai modal dasar setiap manusia untuk mengarungi kehidupan di dunia ini.

Bisa kita bayangkan bagaimana jika bangsa/negara tidak bisa memberikan pendidikan layak bagi masyarakatnya, pendidikan ibarat sebuah air dalam kehidupan manusia yang di mana air adalah sumber kehidupan dan semua manusia membutuhkan air setiap hari dan setiap saat.

Baca juga: Dewan Soroti Maraknya Tower dan Minimarket Ilegal

Begitupun dengan pendidikan, manusia sangat butuh sekali pendidikan setiap hari dan setiap saat. Pahlawan yang memperjuangkan pendidikan nasional yaitu Ki Hadjar Dewantara lahir di Yogyakarta pada 2 Mei 1989 dengan nama asli Raden Mas Soewardi Soeryaningrat dari keturunan keraton Yogyakarta.

Beliau bekerja dan berjuang agar bangsa ini tidak tertinggal dari negara lain dan tetap berkembang sebagai negara yang utuh dan dihargai oleh semua negara dalam kancah Internasional.

Maju pendidikanya, bahagia negara dan warganya, sematan itu sangat cocok digunakan di era millennial ini sebagai landasan filosofi di era modern agar bangsa Indonesia sekarang tetap memprioritaskan pendidikan.

Berbicara filosofi, ada sebuah filosofi dari hasil karya Ki Hadjar Dewantara yang sampai sekarang mampu mengubah wajah pendidikan di Indonesia yakni“Ing Ngarso Sung Tuladha, In Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani”.

Kutipan yang sampai sekarang digunakan oleh semua Institusi pendidikan di Indonesia dan semua jenjang pendidikan di Indonesia menggunakan kata “Tut Wuri Handayani” yang memiliki arti di belakang memberikan dorongan, makna dari kalimat ini dijadikan motto dan slogan pendidikan serta menjadi landasan dalam rangka memajukan pendidikan di Indonesia.

Ilmu merupakan jendela dunia, jika kalian mampu memiliki keahlian maka akan dipastikan kalian mampu menggenggam dan menguasai dunia. Walaupun kondisi bumi sekarang sedang sakratul maut dengan merebaknya pandemic Covid-19  yang terus menyerang dunia ini sehingga dunia pun ketar-ketir dan lumpuh yang berimbas pada sektor pendidikan.

Pandemi Covid-19 bukanlah suatu halangan atau hambatan yang menyebabkan dekadensi pada pendidikan, melainkan jika dalam diri kita tertanam prinsip untuk belajar dan selalu haus mencari ilmu, kalau itu terus kita lakukan saya yakin kita mampu membunuh Covid-19 dan genggam dunia untuk dibawa ke arah kebaikan.

Mari kita bersama-sama dengan bergandengan tangan untuk membentuk sebuah kekuatan dalam mengusir Covid-19 di negara tercinta ini dengan mengedepankan sebuah pendidikan, karena pendidikanlah kunci untuk mengusir ancaman dunia sekarang.

Perbanyaklah berbuat kebaikan di bulan penuh berkah ini yaitu bulan suci Ramadan dengan dibalut sebuah ilmu yang bermanfaat untuk menemukan win-win solution dari problem yang ada sekarang. Akhir kata saya ucapkan “Marhaban Ya Ramadan Maju Pendidikanya Bahagia Warganya”.

–Agus Purnomo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang-

(jo/ang/jif/JPR)

 TOP