alexametrics
Minggu, 20 Jun 2021
radarjombang
Home > Jombang Banget
icon featured
Jombang Banget

Bisnis Penetasan Mentok Hias

03 Mei 2021, 20: 07: 19 WIB | editor : Rojiful Mamduh

MENGGEMASKAN: Mentok hias yang dibudidayakan Ahmad Ainur Rohman di Dusun Menjangan Kuning, Desa Pojok Kulon, Kecamatan Kesamben.

MENGGEMASKAN: Mentok hias yang dibudidayakan Ahmad Ainur Rohman di Dusun Menjangan Kuning, Desa Pojok Kulon, Kecamatan Kesamben.

Share this      

JOMBANG - Salah satu bisnis yang bisa jadi pilihan di bidang peternakan adalah berternak mentok hias. Perawatannya mudah, harga jualnya juga bagus.

Seperti yang dilakukan Ahmad Ainur Rohman,20,  pemuda asal Dusun Menjangan Kuning, Desa Pojok Kulon, Kecamatan Kesamben. Di rumahnya, terdapat sebuah kotak kayu dengan lampu kuning di dalamnya. Isi kotak ini puluhan telur berwarna putih. ’’Ini telur mentok hias,’’ ucapnya.

Pada setiap telur ada tulisan spidol dengan huruf-huruf tertentu. Seperti R, J, S dan  L. Huruf-huruf ini merujuk pada jenis mentok hiasnya. ’’R itu rambon, J itu jumbo, yang S itu jenis super. L itu lokal,’’ jelasnya

Baca juga: Pengurusan Pernikahan dan Gugatan Cerai Makin Cepat

Ainur sudah setahun aktif sebagai peternak sekaligus penetas telur mentok hias. Ia menggunakan halaman belakang rumahnya sebagai kandang untuk indukan. Sementara bagian dapur, dipasang mesin untuk penetasan.

’’Dinamakan mentok hias karena bentuk maupun corak warnanya berbeda dari mentok kebanyakan yang hanya berwarna putih,’’ ungkapnya.

Mentok hias dihargai karena warna dan bentuknya. ’’Misalnya mentok rambon, ada yang warna silver, ada yang hitam kecokelatan,’’ ujarnya. Mentok jumbo ukurannya lebih besar dari mentok umumnya.

Perawatan mentok hias ini tak terlalu sulit. Cukup memberi makan setiap hari dan menjaga kebersihan kandang agar mentok tak mudah terkena penyakit.

Berternak mentok hias cukup menguntungkan. Setiap pasang mentok hias, bisa menghasilkan satu hingga 10 butir telur setiap dua bulan. Setelah bertelur, ia gunakan cara campuran untuk penetasannya. ’’Dua minggu dierami indukannya, setelah itu dipindahkan di penetasan oven sampai menetas,’’ tambahnya.

Mentok hias yang sudah menetas, bisa mulai dijual saat usianya tiga hari hingga seminggu. ’’Pasarnya juga bagus karena peminatnya banyak,’’ bebernya. Usia tiga hari langsung diambil pengepul. Harganya mulai Rp 20 ribu per ekor.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP