alexametrics
Sabtu, 15 May 2021
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan
DLH Kembangkan Inovasi Ekowisata Permata Hati

Tingkatkan Pelestarian Hutan dan Ekonomi Masyarakat

03 Mei 2021, 20: 01: 26 WIB | editor : Rojiful Mamduh

PRESTASI: Bupati Mundjidah Wahab, Wabup Sumrambah dan Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Hari Oetomo menunjukkan piagam penghargaan Program inovasi Ekowisata Permata Hati mendapat  yang masuk TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik

PRESTASI: Bupati Mundjidah Wahab, Wabup Sumrambah dan Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Hari Oetomo menunjukkan piagam penghargaan Program inovasi Ekowisata Permata Hati mendapat yang masuk TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik

Share this      

JOMBANG - Kawasan Wonosalam memiliki fungsi penting terhadap sumber daya air dan kaya akan potensi alam dan keanekaragaman hayati. Namun tantangan yang dihadapi masyarakat di sekitar hutan ialah perubahan fungsi hutan, perburuan satwa, pencemaran sungai dan penebangan hutan di Kawasan lindung. Kondisi ini yang menjadi semangat awal Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang mengembangkan inovasi Ekowisata Permata Hati (Perlindungan Mata Air dan Hutan Berbasis Partisipasi).

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang  Hari Oetomo menjelaskan, Permata Hati tercipta karena kesadaran akan menjaga lingkungan hutan demi kelangsungan hidup masyarakat. ”Ide dasarnya menjaga kelestarian sumber daya mata air, hutan, dan keanekaragaman hayati melalui partisipasi masyarakat serta meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar hutan,” ujarnya.

Dikatakan Hari, keterlibatan masyarakat dalam menjaga hutan sangat penting, karena masyarakatlah yang setiap hari berinteraksi dengan hutan dengan berbagai ikatan emosional dan ekonomi yang terkandung di dalamnya.

Baca juga: Ramadan, Ie Tjeng Bagikan 450 Paket Sembako ke Warga

Sebagian besar pengembangan ekowisata hanya mengeskploitasi alam sebagai objek, mengandalkan daya dukung kawasan dan hanya mengejar angka kunjungan wisata, sehingga dampak negatif pengembangan kawasan menjadi dominan. ”Program ini mengajak masyarakat untuk secara sadar melakukan perlindungan dan pelestarian hutan di sekitarnya. Jika sebelumnya masyarakat hanya mengambil manfaat dari produk hasil hutan saja tanpa memperhatikan kelestariannya, kini masyarakat justru terlibat langsung dalam upaya melindungi hutan dan sumber mata air,” jelasnya.

Dirinya mengungkapkan, program Ekowisata Permata Hati diinisiasi DLH Jombang sejak 2016 sebagai upaya pendampingan wisata ekowisata. Program ini dikembangkan pertama kali di Desa Panglungan, dengan objek wisata Hutan Mendiro.

Dipaparkan Hari, ada enam kegiatan yang dilakukan dalam implementasi inovasi ini, yaitu biomonitoring, adopsi mata air, pengamatan burung, belajar keanekaragaman hayati, termasuk di antaranya burung rangkong dan elang jawa, kuliner lokal, dan adopsi pohon. ”Saat ini juga telah dilakukan pengembangan dengan integrasi wisata edukasi kehati dengan objek taman keanekaragaman hayati yang dikelola secara partisipatif bersama masyarakat Desa Panglungan dan Desa Sumberejo, Wonosalam,” tuturnya.

Penguatan kapasitas kelompok masyarakat juga telah dilakukan dengan pelatihan dan pengembangan pengolahan kopi lokal, produk susu, budi daya madu dan pendampingan penyusunan kurikulum berbasis kehati.

Inovasi ini didukung multisectoral, bukan hanya pemerintah daerah. ”Tetapi juga komitmen swasta yaitu PT Indonesia Power POMU Grati, perguruan tinggi yaitu ITS Surabaya dan STIE PGRI Dewantara dan juga LSM/ NGO Ecoton,” paparnya. 

Menurutnya, inovasi telah memberikan manfaat nyata bagi kelestarian lingkungan dan sosial masyarakat. Dari sisi kelestarian lingkungan, dengan 70 hektare lahan yang telah dikonservasi, sumber air menjadi terjaga dan dapat dimanfaatkan masyarakat. ”Secara bertahap keterlibatan masyarakat dalam pelestarian lingkungan semakin tinggi, bukan hanya masyarakat setempat, tetapi juga telah menginspirasi pelajar, kelompok masyarakat dan dunia usaha untuk mereplikasi kepedulian terhadap kelestarian lingkungan secara masif,” katanya.

Kawasan ekowisata baik di Hutan Mendiro maupun Taman Keanekaragaman Hayati telah menjadi laboratorium alam dan tempat pembelajaran perlindungan hutan dan pelestarian mata air oleh siswa pelajar dari tingkatan SD sampai dengan perguruan tinggi.

Pendapatan ekonomi masyarakat juga diharapkan bertambah dengan pengembangan ekowisata melalui jasa pendamping wisata, penyiapan akomodasi dan konsumsi, penjualan produk susu, kopi lokal maupun madu.

Dan secara tidak langsung, lingkungan alam yang terjaga akan memberikan nilai ekonomi di daerah sekitar secara luas, dengan ketersediaan air, kualitas udara yang meningkat, hasil hutan kayu maupun non kayu dan jasa lingkungan lain. ”Pada akhir tahun 2020 kemarin, inovasi ekowisata Permata Hati telah mendapatkan penghargaan TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi,” pungkasnya.

(jo/yan/jif/JPR)

 TOP