alexametrics
Sabtu, 15 May 2021
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Polisi Periksa Tiga Saksi dari Pihak PT Venezia Footwear Bareng

02 Mei 2021, 11: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

AKP Teguh Setiawan, Kasatreskrim Polres Jombang

AKP Teguh Setiawan, Kasatreskrim Polres Jombang

Share this      

JOMBANG - Proses penyelidikan keracunan masal yang dialami puluhan karyawan PT Venezia Footwear Bareng terus berlanjut. Polisi, telah meminta keterangan tiga orang sebagai saksi dalam kejadian ini.

“Yakni HRD dari PT Venezia, karyawan yang tahu proses pembelian makanan dan saat karyawan lain sakit, serta pemilik warung yang menyediakan makanan untuk karyawan,” terang AKP Teguh Setiawan, Kasatreskrim Polres Jombang.

Dari keterangan tiga orang itu, jelasnya, pada malam sebelum kejadian keracunan, pihak PT Venezia memesan 528 nasi bungkus dari warung makan di depan pabrik. Makanan ini berisi sayur cecek atau kulit sapi dan tahu yang diolah dengan bumbu kecap pedas. “Malam itu ada 500 karyawan sedang lembur, karena itu dibutuhkan makanan tambahan untuk jatah mereka berbuka puasa,” lanjutnya.

Baca juga: Ramadan Damai

Setelah berbuka puasa, seluruh karyawan pabrik kembali bekerja hingga pukul 21.00. Hingga pulang kerja, Teguh menyebut tak ada keluhan yang dialami karyawan. Namun saat mereka tiba di rumah, malam itu beberapa karyawan mulai mengeluhkan sakit diare. Beberapa di antaranya tidak masuk kerja. “Tapi yang tidak mengalami keluhan, tetap kembali ke pabrik paginya, kerja seperti biasa,” sambungnya.

Keesokan harinya, semakin banyak karyawan yang mengeluh diare dan muntah-muntah. Peristiwa ini berakhir dengan dibawanya para karyawan ke poliklinik milik perusahaan. “Sampai hari ini data yang kami punya, ada 78 orang yang mengalami gejala keracunan, semua sudah dapat penanganan medis, beberapa bahkan sudah diperbolehkan pulang,” lontar dia.

Selain memeriksa saksi-saksi, polisi juga telah mengamankan beberapa barangbukti untuk dicek lebih lanjut di Labfor Polda Jatim. Sampel itu berupa nasi bungkus yang belum sempat dimakan, bekas sayur yang ada di warung penyedia makanan dan air minum yang diberikan pabrik.

Kendati demikian, Teguh menyebut belum bisa menyimpulkan penyebab keracunan. Penyebab pasti masih harus menunggu hasil labfor. “Kita belum bisa menarik kesimpulan. Sambil menunggu pemulihan para korban membaik, kita mengumpulkan saksi pendukung,” pungkasnya.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP