alexametrics
Sabtu, 15 May 2021
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

13 Orang Dirawat di RSK Mojowarno, Dua Ibu Hamil

Karyawan Pabrik Sepatu yang Keracunan Makanan

02 Mei 2021, 11: 20: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

CEK KONDISI: Wabup Sumrambah melihat kondisi karyawan PT Venezia Footwear Bareng yang dirawat di RSK Mojowarno.

CEK KONDISI: Wabup Sumrambah melihat kondisi karyawan PT Venezia Footwear Bareng yang dirawat di RSK Mojowarno.

Share this      

JOMBANG – Keracunan massal yang melanda puluhan karyawan PT Venezia Footwear Bareng, masih berlanjut. Hingga kemarin (1/5), masih ada 13 orang yang masih dirawat di RSK Mojowarno. Dua orang diantaranya ibu hamil. Bahkan salah satunya harus mendapat perawatan intensif.

“Dari data yang ada, ada 55 orang dirawat di RSK, 4 orang dibawa ke Puskesmas Bareng, tapi satu ibu hamil dirujuk ke RSK juga,” kata Wabup Jombang Sumrambah saat menjenguk pasien bersama Forkopimcam, Sabtu kemarin (1/5).

Dari 55 orang yang dirawat itu hampir separo kondisinya sudah membaik. Pada Jumat malam (30/4), 32 orang telah diperbolehkan pulang. Sehingga sampai hari ini tinggal 23 orang yang masih dirawat. “Bahkan dari 23 itu, 10 orang juga sudah dinyatakan boleh pulang, jadi tinggal 13 orang,” lanjutnya.

Baca juga: 871 Siswa SD-SMP Putus Sekolah, Salah Satu Penyebabnya Broken Home

Dari 13 orang itu, Sumrambah menyebut dua di antaranya ibu hamil. Keduanya kini masih dalam kondisi baik meskipun masih memerlukan tindakan medis lebih lanjut. “Dua ibu hamil yang dirawat memang saya sampaikan tadi harus dirawat dulu sampai benar-benar baik, karena hamil muda, usia kandungannya dua bulan,” imbuhnya.

Wabup menyebut, keracunan makanan telah ditangani dinas terkait dan aparat penegak hukum. Pihaknya juga berharap kejadian sama tidak terulang kembali selanjutnya. “Kita sudah sampaikan ke perusahaan untuk menjaga kebersihan ransum untuk karyawan. Seluruh perawatan ini juga sudah ditanggung perusahaan. Yang jelas kita tidak boleh berspekulasi dan menunggu hasil pemeriksaan laborat,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, dr Yosua Yacob Kabid Pelayanan Medis RSK Mojowarno, membenarkan perihal keberadaan ibu hamil yang menjadi korban keracunan. Hingga kini, dari dua ibu hamil itu dalam kondisi perlu penanganan khusus. “Satu orang (ibu hamil, Red) menunjukkan kegawatan pada janin, dan perlu dilakukan observasi lanjutan,” terang dia.

Ibu hamil yang dimaksud Yosua, menderita dehidrasi cukup hebat. Dehidrasi ini berdampak pada peningkatan detak jantung pada janin yang dikhawatirkan bisa membahayakan. “Selain adanya infeksi yang ditandai panas pada ibu, dan peningkatan sel darah putih (leukosit pada pemeriksaan darah), sehingga harus ditangani segera,” pungkasnya.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP