alexametrics
Sabtu, 15 May 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Sudah 7 Sekolah, Pembobolan SD di Jombang Marak

01 Mei 2021, 11: 48: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Jombang Agus Purnomo

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Jombang Agus Purnomo

Share this      

JOMBANG - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Jombang Agus Purnomo mengaku sudah mendapat laporan terkait kejadian pencurian yang menyasar SDN Japanan 1. Dia berharap kepolisian bisa mengungkap para pelaku.

”Ini sudah kejadian yang kesekian kalinya pencurian menyasar SD,” terangnya.

Agus menambahkan, terhitung sejak Januari, sedikitnya ada tujuh SD yang disatroni maling. Di antaranya, SDN Plosogeneng, Kecamatan Jombang,  SDN Mancar 1, Kecamatan Peterongan, SDN Pucangro 2, Kecamatan Gudo, SDN Talungkidul 2 Kecamatan Sumobito.

Baca juga: Pakai Atribut Perguruan Silat, Remaja Dihajar

Selain itu, SDN Pulorejo 2, Kecamatan Ngoro, SDN Kedungpapar, Kecamatan Sumobito dan terbaru SDN Japanan 1 Mojowarno. ”Tadi saya sudah memantau ke SDN Japanan 1 dan memang banyak yang hilang,’’ ujar dia.

Agus berharap, kepolisian mengusut tuntas kasus ini. Sebab, tidak menutup kemungkinan jika pelaku merupakan komplotan spesialis pencurian sekolah. ”Sudah ada 7 sekolah. Besar harapan kami kasus segera terungkap,’’ singkat Agus.

Sementara itu, maraknya kejadian pencurian yang menyasar sekolah di Jombang tak luput dari perhatian dewan. Para wakil rakyat mendorong kopolisian bisa mengungkap para pelaku. ”Saya geram dan juga prihatin dengan banyaknya aksi pencurian di sekolah dasar baru-baru ini,’’ ujar ketua DPRD Jombang Masud Zuremi kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (30/4).

Pihaknya mendorong, satuan pendidikan meningkatkan kewaspadaan mulai dari internal sekolah maupun Dinas P dan K Jombang. ”Semua pihak tak terkecuali dinas pendidikan harus merapatkan barisan,’’ tambahnya.

Masud menilai, dinas pendidikan perlu menerjunkan tim khusus untuk melakukan investigasi ke sekolah. Terutama melakukan evaluasi terhadap sekolah-sekolah yang pernah kebobolan. ”Nanti bisa investigasi, karena tidak menutup kemungkinan kalau ada ketelibatan orang dalam. Apalagi tidak ada CCTV membuat aksi pencurian berjalan mulus,’’ terangnya.

Jika dibiarkan seperti ini terus, ia khawatir kejadian serupa akan terulang kembali. Apalagi saat ini keamanan di SD belum maksimal. ”Karena kalau terus terjadi seperti ini yang dirugikan tidak hanya sekolah, tapi anak-anak maupun wali murid juga rugi. Sebab, fungsi alat penunjang ini sangat penting untuk mendukung proses belajar mengajar,’’ papar dia.

Pihaknya juga mendorong pihak kepolisian serius mengusut kasus ini. ”saya kira polisi sangat berwenang untuk mengusut kasus ini,’’ pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Erna Kuswati, ketua Komisi D DPRD Jombang. Ia mendorong polisi mengusut tuntas kasus ini. ”Saya ikut prihatin dengan banyaknya sekolah yang menjadi korban pencurian,’’ ujar dia.

Menurutnya, pengadaan CCTV perlu dilakukan untuk memperkuat sistem keamanan SD di Jombang. ”Ya kalau bisa dianggarkan kenapa tidak. Karena fungsi CCTV ini sangat penting,’’ pungkasnya.

(jo/ang/jif/JPR)

 TOP