alexametrics
Sabtu, 15 May 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Pakai Atribut Perguruan Silat, Remaja Dihajar

01 Mei 2021, 11: 48: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

AKP Teguh Setiawan, Kasatreskrim Polres Jombang

AKP Teguh Setiawan, Kasatreskrim Polres Jombang

Share this      

JOMBANG – MAS, 17, dan MNH, 15, harus terancam berlebaran di tahanan. Menyusul aksi keduanya menganiaya MWA, 14, remaja asal Kecamatan Tembelang lantaran dipicu atribut perguruan.

”Dua pelaku sudah berhasil kita tangkap. Baik korban dan pelaku masih anak-anak,” terang Kasatreskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan, kemarin.

Dijelaskan, kejadian bermula saat korban  melakukan swafoto. Saat mengambil gambar itu, korban mengenakan kalung bermotif kera milik salah satu perguruan silat.

Baca juga: Lurah Jombatan Dijatuhi Sanksi Oleh Bupati Hj Mundjidah Wahab

Ia pun meng-upload-nya ke media sosial Jumat (23/4) pagi. ”Saat di-upload, postingan korban itu kemudian dikomentari remaja lain bernama EAE,” lanjutnya.

Tak hanya berkomentar, saksi ini melaporkan kejadian itu kepada MAS, 17, remaja asal Kecamatan Tembelang yang merupakan salah satu anggota perguruan silat.

Tak berhenti sampai di situ, MAS selanjutnya mengontak korban lewat pesan singkat yang intinya mengajaknya bertemu di salah satu sekolah dasar di Desa Kedungotok, Kecamatan Tembelang untuk memberinya pelajaran. ”Korban juga diancam kalau tidak datang akan didatangi ke rumahnya,” tambahnya.

Hingga Jumat (23/4) malam, korban mau tak mau datang memenuhi undangan MAS. Saat itu, MAS datang bersama tiga temannya, yakni EAE, FAP dan MNH. ”Mereka menggunakan dua sepeda motor, seluruhnya bertemu di SD itu dan meminta klarifikasi awalnya,” tambahnya.

Saat dicecar pertanyaan, korban mengaku jika ia iseng mengenakan kalung berlambang perguruan silat itu. Korban juga mengakui dirinya bukan anggota dari perguruan silat.

Merasa nama perguruannya dilecehkan, MNH dan MAS mengajak korban ke lapangan dan memperagakan adegan silat. ”Sebelumnya, handphone korban sempat dirampas kedua pelaku dan kemudian dihajar saat sedang memperagakan silatnya, sementara EAE dan FAP hanya melihat saja,” lontar Teguh.

Mendapat serangan itu, korban berusaha melarikan diri dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Tembelang. ”Korban menderita luka di bagian kepala dan beberapa bagian tubuh lain, beruntung tidak parah dan tidak perlu sampai opname,” tambahnya.

Polisi yang melakukan penyelidikan, akhirnya berhasil mengamankan MAS dan MNH di rumahnya masing-masing. ”Pasal yang dikenakan pasal 80 UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UURI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Pemeriksaan lebih lanjut masih dilakukan,” pungkasnya.

Kejadian ini, menambah daftar panjang kejadian kekerasan dan penganiayaan yang melibatkan pendekar dari perguruan silat di Jombang. Sebelumnya, penganiyaan pendekar kepada warga sipil, sempat terjadi pada (16/4) lalu. Saat itu, seorang pemuda asal Kecamatan Kabuh menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan belasan anggota perguruan silat. Penganiayaan dipicu lantaran korban memakai atribut perguruan silat yang diikuti pelaku.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP