alexametrics
Sabtu, 15 May 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Lurah Jombatan Dijatuhi Sanksi Oleh Bupati Hj Mundjidah Wahab

Terkait Surat Permintaan THR ke Pengusaha

01 Mei 2021, 11: 48: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

TEGAS: Bupati Hj Mundjidah Wahab memberikan keterangan pers terkait surat edaran permintaan THR.

TEGAS: Bupati Hj Mundjidah Wahab memberikan keterangan pers terkait surat edaran permintaan THR.

Share this      

JOMBANG – Kebijakan Pemerintah Jombatan meminta tunjangan hari raya (THR)/parsel ke sejumlah pengusaha di wilayanya direspons Bupati Mundjidah Wahab. Orang nomor satu di pemkab sudah melakukan investigasi dan memberikan sanksi tertulis kepada oknum lurah. ”Tadi malam (29/4) langsung saya panggil semua. Pak Camat Kota Jombang dan Kepala BKD saya perintahkan agar meminta yang bersangkutan menarik surat THR itu,’’ ujar dia ditemui usai rapat di ruang Bung Tomo, kemarin (30/4).

Bupati menambahkan, dari penyampaian lurah, belum ada satupun pemilik toko atau usaha yang menerima surat edaran mengirim parsel. Meski begitu, terhadap Lurah Jombatan sudah diberikan sanksi berupa teguran tertulis. ”Informasi belum ada barang yang diterima. Tapi nanti biar badan kepegawaian yang melakukan investigasi itu maksudnya apa. Yang jelas surat teguran secara tertulis sudah kita kirimkan dan ini sudah kita berikan,” pungkasnya singkat.

Hal senada juga disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Pendidikan dan Pelatihan (BKD PP) Jombang, Senen. Sesuai PP 53 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, ada tiga tingkatan hukuman disiplin bagi ASN, yakni hukuman disiplin, sedang dan berat. ”Tadi malam, sesuai ketentuan disiplin tersebut, ketika ada ASN/PNS yang melanggar akan diberikan sanksi oleh kepala OPD masing-masing, otomatis dalam hal ini camat dan kita sudah memberikan sanksi tertulis,’’ ujar dia.

Baca juga: Nilai Pendidikan dalam Ibadah Puasa

Pihaknya mengaku belum mengklarifikasi semua hal terkait motif munculnya surat tersebut. Namun yang jelas, ia menyebut ada 11 surat yang sempat menyebar. ”Kita belum mengklarifikasi kenapa muncul surat itu, apakah itu surat dari pak lurah, perusahaan, atau dari pegawainya. Namun yang jelas kita gali dulu informasinya,’’ pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, jelang lebaran, sejumlah pengusaha di wilayah Kelurahan Jombatan, Kecamatan Jombang kebingungan. Menyusul kebijakan pemerintah kelurahan meminta bantuan THR (Tunjangan Hari Raya) dalam bentuk parsel untuk pegawai  kelurahan. Sontak pengusaha pun merasa keberatan.

’’Usaha sekarang sudah sepi, kadang sehari cuma dapat puluhan ribu saja. Kena gini (surat, Red) lagi,’’ kata S salah satu pengusaha kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.

Dia menambahkan, surat perihal permohonan bantuan THR dalam bentuk parsel diterimanya Kamis (29/4). Surat dengan nomor 400/32/415.53.2/2021 perihal permohonan bantuan THR ditujukan pada pengusaha atau pemilik toko di Kelurahan Jombatan.

Pada kop surat tertulis secara jelas, Pemerintah Kabupaten Jombang, Kecamatan Jombang, Kelurahan Jombatan lengkap dengan tanda tangan dan stempel basah Lurah Jombatan.

(jo/ang/jif/JPR)

 TOP