alexametrics
Rabu, 23 Jun 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Atap Kantor Kecamatan yang akan Dibongkar Tak Masuk Aset Pemkab

30 April 2021, 10: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

BERBUNTUT: Pembangunan Kantor Kecamatan Sumobito tak tuntas.

BERBUNTUT: Pembangunan Kantor Kecamatan Sumobito tak tuntas. (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Bagian atap kantor Kecamatan Sumobito tak masuk dalam aset pemkab. Baik genting maupun rangkaian yang lain, tak masuk hitungan. Sehingga atap bakal dibongkar.

’’Kalau itu milik pemborong ya otomatis bukan aset pemkab. Atau milik orang lain,’’ kata Mustaghfirin Camat Sumobito, kemarin. Ia menyampaikan, dalam proyek yang dikerjakan 2017 lalu, bagian atap tak masuk hitungan. ’’Sesuai kesepakatan, masih milik mereka,’’ imbuh dia.

Menurutnya, tak masuk hitungan bagian atap itu lantaran pekerjaan tak kelar. ’’Karena tidak selesai, hanya sekitar 67 persen,’’ sambung Mustaghfirin. Meski begitu, beberapa bagian yang masih terpasang dirasa menguntungkan. ’’Atap sudah terpasang tapi nggak masuk hitungan,’’ terangnya.

Baca juga: Pertahankan Ciri Klasik

Saat ini, proses lelang di Bagian Pengadaan Barang masih berlangsung. Pihak pemenang lelang yang akan melakukan pembongkaran. “Kan itu kegiatannya bongkar pasang, cuma status bongkaran milik pemborong lama,’’ papar dia.

 Berdasar informasi yang diterimanya, verifikasi penawaran masih berlangsung. Sehingga masih dicek tim pokja. Rencananya, proyek bakal berjalan hingga lima bulan ke depan. ’’Atau maksimal enam bulan. Artinya sampai akhir tahun,’’ bebernya.

Terpisah, M Nasrullah Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jombang menerangkan, bangunan di kantor kecamatan Sumobito masuk status aset Konstruksi Dalam Pekerjaan (KDP). ’’Secara keseluruhan fisik bangunan belum selesai. Namun bagian atap tetap menjadi bagian aset pemkab,’’ tulisnya melalui pesan WhatsApp.

Sebelumnya, karut-marut proyek pembangunan kantor Kecamatan Sumobito 2017 berbuntut panjang. Tahun ini pemkab harus menganggarkan kembali anggaran sebesar Rp 1,7 miliar untuk melanjutkan pembangunan gedung. Bahkan bagian atap harus dibongkar total lantaran diduga tak sesuai spesifikasi.

(jo/fid/jif/JPR)

 TOP