alexametrics
Sabtu, 15 May 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Penyidikan Kasus Tambang Galian C Ilegal Tinggal Lengkapi Saksi Ahli

28 April 2021, 08: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Kasatreskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan

Kasatreskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan

Share this      

JOMBANG – Usai menetapkan  Prihono, 51, pemilik tambang galian C ilegal di Kecamatan Ngoro sebagai tersangka, polisi terus mendalami penyidikan. Salah satunya melengkapi saksi ahli dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI.

”Kita lagi mau periksa ahli. Kemarin kita sudah koordinasi dengan ESDM Provinsi, ternyata sekarang ESDM Provinsi tidak diberikan kewenangan menjadi ahli,” terang Kasatreskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan, kepada  Jawa  Pos Radar Jombang, kemarin.

Menindaklanjuti itu, penyidik sudah melangkah ke Kementerian ESDM RI. ”Kita sudah berkirim surat, tinggal menunggu jawaban,” bebernya.

Baca juga: Belum Bisa Menang di Mojokerto

Dikatakan, beberapa saksi sebelumnya sudah diambil keterangan. Di antaranya sopir dump truk, operator ekscavator, cekker, termasuk pemeriksaan terhadap tersangka. ”Jadi tinggal melengkapi itu saja (saksi ahli, Red). Setelah itu lengkap, segera kita lakukan P21, kita kirimkan ke kejaksaan,” singkat Teguh.

Seperti diberitakan sebelumnya, aktivitas tambang galian C diduga ilegal di Dusun Payak Mundil, Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro digerebek polisi (16/4).

Sejumlah barang bukti disita petugas di antaranya, mesin ekskavator merek Komatsu PC200 warna kuning, satu unit dump truk bernopol S 8039 UZ yang di dalamnya berisi batu hasil tambang.

Selain itu, polisi juga menyita satu buah bolpoint warna hitam dan 60 lembar kertas bertuliskan penjualan hasil tambang. Serta uang tunai hasil penjualan tambang sebesar Rp 11. 360.000. Selanjutnya, keseluruhan barang bukti selanjutnya diamankan ke Mapolres Jombang.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui aktivitas pertambangan di lokasi tersebut belum berizin. Polisi menetapkan Priyono, 51, pemilik tambang asal Kabupaten Gresik sebagai tersangka. Atas perbuatannya, pelaku dijerat melanggar pasal  158 UU RI Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara. ”Pelaku kita lakukan penahanan,” singkat Teguh

(jo/fid/jif/JPR)

 TOP