alexametrics
Sabtu, 15 May 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum
Sudah Dilimpahkan ke Pengadilan

Oknum Pimpinan Ponpes Cabul di Ngoro Segera Jalani Sidang

28 April 2021, 08: 30: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Oknum Pimpinan Ponpes Cabul di Ngoro Segera Jalani Sidang

Share this      

JOMBANG – S, 50, oknum pengasuh pondok pesantren (Ponpes) di Kecamatan Ngoro yang menjadi tersangka kasus pencabulan terhadap sejumlah santri harus bersiap menghadapi meja sidang. Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang sudah mengirim berkas tersangka ke pengadilan.

”Berkasnya sudah kita kirim ke pengadilan, tinggal menunggu penetapan jadwal sidang,” tegas Kasipidum Kejari Jombang Achmad Jaya, kemarin.

Jaya menambahkan, biasanya paling cepat satu minggu maksimal dua minggu setelah berkas dikirim sudah ada penetapan jadwal sidang. ”Mungkin dalam minggu ini sudah keluar penetapan jadwal sidang,” singkatnya.

Baca juga: Porsi Latihan Dikurangi Separo

Seperti diberitakan sebelumnya, S, 50, oknum pimpinan salah satu pondok pesantren (Ponpes) di Kecamatan Ngoro harus berurusan dengan pihak berwajib. Menyusul perbuatannya diduga tega mencabuli sejumlah santrinya di lingkungan pondok. ”Sampai sekarang korban yang kita periksa sudah ada 6 orang, namun dari hasil keterangan saksi, kita sudah kantongi 9 nama santri lain yang diduga juga jadi korban,” terang Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin (19/2).

Dalam menjalankan aksinya, pelaku melakukan bujuk rayu. Posisinya sebagai pimpinan ponpes menjadikan aksinya berjalan mulus. Meski sempat menolak, korban pun akhirnya pasrah menjadi objek pelampisan nafsu menyimpang sosok panutannya itu. ”Tersangka melakukan bujuk rayu, terlebih karena dia punya power sebagai pimpinan pesantren, jadi korbannya ada rasa takut juga mau menolak,” bebernya.

Tidak hanya tindakan cabul, dari hasil pemeriksaan perbuatan pelaku juga mengarah ke tindakan persetubuhan. ”Jadi dari hasil pemeriksaan, ada santri yang hanya dicabuli, ada juga yang mengarah ke tindak persetubuhan. Saat kejadian itu korban rata-rata masih usia 16 – 17 tahun,” tandasnya. Perbuatan pelaku terbongkar setelah salah satu korban melarikan diri dari pesantren.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 76 E jo pasal 82 ayat 1 dan 2 dan pasal 76 D jo pasal 81 ayat 2 dan 3 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. ”Ancamannya minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar, bahkan karena dia ini wali dari santrinya, hukuman bisa ditambah sepertiga dari masa hukuman maksimalnya nanti,” bebernya.

Sementara, usai berkas dinyatakan lengkap. Polisi melimpahkan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan. ”Ya, tadi siang (kemarin, Red) sudah kita limpahkan tahap duanya, " terang Kasatreskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan melalui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Ipda Agus Setiyani.

Dia menambahkan, proses pelimpahan berlangsung cepat. Karena masih masa pandemi, pelimpahan tahap dua dilakukan secara daring.

Terpisah, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang Achmad Jaya membenarkan terkait pelimpahan tahap dua kasus pencabulan dengan tersangka oknum pimpinan salah satu ponpes di Kecamatan Ngoro. "Kita lakukan penahanan selama 20 hari ke depan. Kita titipkan di lapas klas II B, " singkatnya. (fid/naz)

(jo/fid/jif/JPR)

 TOP