alexametrics
Sabtu, 15 May 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Kedua Korban Alami Trauma

Kasus Pencabulan Dua Anak Tiri di Gudo

27 April 2021, 08: 30: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Kedua Korban Alami Trauma

Share this      

JOMBANG – Penyidikan kasus pencabulan ayah terhadap dua anak tirinya di Kecamatan Gudo terus berlanjut. Upaya polisi mengorek keterangan korban belum terkendala lantaran keduanya mengalami trauma. Polisi berencana menggandeng psikolog.

”Korban mengalami trauma. Kita juga berencana mendatangkan psikolog yang nantinya akan memeriksa dan mendampingi mereka. Kita perlu tahu juga bagaimana kondisi psikologis mereka, dan penanganan seperti apa yang dibutuhkan nantinya,” tegas Teguh.

Terpisah, Muhammad Solahudin, Pendamping korban dari LP2A Jombang membenarkan kondisi psikologis korban mengalami trauma. Bahkan hingga kini korban sementara tinggal di rumah aman. ”Kita ikut mendampingi, sekarang kedua korban ada di penanganan P2TP2A, di selter milik Pemkab Jombang, belum diperbolehkan pulang memang,” terang Solahudin.

Baca juga: Program Kain Seragam Gratis Dilanjutkan

Salah satu pertimbangan korban sementara diungsikan ke rumah aman. Salah satunya dari kondisi psikis ibu korban. ”Selain korban yang masih trauma, kita juga melihat emosi sang ibu setelah kejadian itu masih labil. Sepertinya beliau belum bisa menerima suaminya masuk penjara meskipun dua anak kandungnya yang jadi korban,” lanjutnya

Pihaknya masih akan melakukan evaluasi paling tidak dalam seminggu ke depan. Jika emosi sang ibu dinilai sudah stabil, kedua korban akan diberikan pilihan. ”Jadi mereka nanti bisa memilih antara mau pulang ke rumahnya, atau justru ingin pengasuhan di tempat lain,” lontarnya.

Terlebih, dari informasi yang dia dapat, salah satu pemicu kedua korban sebelumnya nekat lari dari rumah selain karena lelah jadi korban nafsu bejat sang ayah, juga seringkali gusar dengan perangai sang ibu. ”Menurut mereka ibunya ini suka marah-marah, dan tidak malah membela mereka,” lontarnya.

Saat ini kedua korban masih lebih banyak diam ketika ditanya petugas selter. Tim pendamping juga masih terus berusaha agar keduanya mau lebih terbuka. ”Kalau diajak ngobrol mereka masih tertutup. Ya, semoga di selter ini mereka lebi bisa terbuka. Artinya ada hal lain yang masih bisa diceritakan ke penyidik,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, TY, 43, warga Kecamatan Gudo harus mendekam di sel tahanan. Aksinya mencabuli dua anak tirinya terbongkar. Kasusnya ditangani unit PPA Satreskrim Polres Jombang.

”Pelaku kita amankan di rumahnya Kamis (22/4) malam setelah kita menerima laporan dari ibu kandung kedua korban,” terang Kasatreskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan, kemarin.

Teguh menjelaskan, terbongkarnya kasus ini bermula tindakan nekat kedua korban sebut saja Bunga (nama samaran), 14, dan Teratai, 16, meninggalkan rumah.

Keduanya meninggalkan rumah sejak Jumat (9/4) lalu. ”Setelah dilaporkan hilang oleh orang tuanya, polisi akhirnya bisa menemukan keduanya di Kecamatan Jogoroto, di rumah teman sekolah salah satu korban,” lanjutnya.

Saat ditanya polisi alasan keduanya pergi dari rumah, dua remaja yang masih duduk di bangku sekolah menengah ini mengaku tak betah dengan perlakukan TY yang disebut sering mencabuli korban. ”Kita kemudian sampaikan itu kepada ibu korban dan melakukan visum. Ibu korban kemudian melaporkan kejadian itu kepada polisi, dan kita langsung melakukan penangkapan pelaku,” lontarnya.

Kepada polisi, TY mengakui seluruh perbuatannya. Ia mengaku telah empat tahun terakhir kerap mencabuli dan menyetubuhi kedua anak tirinya itu. ”Jadi dari pengakuannya, kepada Bunga itu sejak usia 9 tahun, sedangkan kepada Teratai sejak usia 12 tahun. Berapa kalinya sudah tidak terhitung lagi,” tegas Teguh.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP