alexametrics
Minggu, 20 Jun 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Cabuli Dua Anak Tiri, Pria di Gudo Dibekuk

24 April 2021, 08: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

AKP Teguh Setiawan, Kasatreskrim Polres Jombang

AKP Teguh Setiawan, Kasatreskrim Polres Jombang

Share this      

JOMBANG – TY, 43, warga Kecamatan Gudo harus mendekam di sel tahanan. Aksinya mencabuli dua anak tirinya terbongkar. Kasusnya ditangani unit PPA Satreskrim Polres Jombang.

”Pelaku kita amankan di rumahnya Kamis (22/4) malam setelah kita menerima laporan dari ibu kandung kedua korban,” terang Kasatreskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan, kemarin.

Teguh menjelaskan, terbongkarnya kasus ini bermula tindakan nekat kedua korban sebut saja Bunga (nama samaran), 14, dan Teratai, 16, meninggalkan rumah.

Baca juga: Empat Bulan, Enam SD Dibobol Maling

Keduanya meninggalkan rumah sejak Jumat (9/4) lalu. ”Setelah dilaporkan hilang oleh orang tuanya, polisi akhirnya bisa menemukan keduanya di Kecamatan Jogoroto, di rumah teman sekolah salah satu korban,” lanjutnya.

Saat ditanya polisi alasan keduanya pergi dari rumah, dua remaja yang masih duduk di bangku sekolah menengah ini mengaku tak betah dengan perlakukan TY yang disebut sering mencabuli korban. ”Kita kemudian sampaikan itu kepada ibu korban dan melakukan visum. Ibu korban kemudian melaporkan kejadian itu kepada polisi, dan kita langsung melakukan penangkapan pelaku,” lontarnya.

Kepada polisi, TY mengakui seluruh perbuatannya. Ia mengaku telah empat tahun terakhir kerap mencabuli dan menyetubuhi kedua anak tirinya itu. ”Jadi dari pengakuannya, kepada Bunga itu sejak usia 9 tahun, sedangkan kepada Teratai sejak usia 12 tahun. Berapa kalinya sudah tidak terhitung lagi,” tegas Teguh.

Dalam menjalankan aksinya, modus yang digunakan TY adalah dengan bujuk rayu. Ia, biasa memanggil anak tirinya itu ketika rumah dalam kondisi sepi, kemudian meminta sang anak untuk memijatnya. ”Jadi tersangka ini menunggu ibu korban tidur atau waktu keluar rumah,” tambahnya.

Dalam proses memijat itulah, tersangka kemudian merayu korban hingga melepaskan celana dan mencabulinya. Bahkan tak jarang juga tersangka menyetubuhi korban saat proses itu.

Usai dicabuli, korban diiming-imingi dengan uang untuk jajan. Bahkan ketika korban menolak, pelaku biasanya memberi ancaman kepada keduanya. ”Jika menolak diancam sekolah tidak dibiayai dan tidak boleh keluar rumah,” ungkapnya.

Bukannya sadar, perbuatan pelaku kian menjadi-jadi. Setiap ada kesempatan, dia melampiaskan nafsu bejatnya kepada kedua korban. ”Perbuatannya ada yang dilakukan di kandang ayam belakang rumah, di kamar dan di ruang tamu depan televisi,” rinci Teguh.

Sejumlah barang bukti berhasil diamankan petugas di antaranya pakaian korban. Atas perbuatannya polisi menjeratnya dengan pasal 81 ayat 2 UU Nomor 17 Tahun 2016 Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1Tahun 2016 tentang Perubahan ke-2 atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. ”Pelaku sudah kita tahan, masih kita dalami pemeriksaan,”pungkas Teguh.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP