alexametrics
Sabtu, 15 May 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Terima Dakwaan JPU, Tito Tak Ajukan Eksepsi

Sidang Perdana Kasus Dana Hibah KONI

23 April 2021, 08: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

DARING: Suasana sidang perdana kasus dana hibah Koni dengan terdakwa Tito Kadar Isman dengan agenda pembacaan surat dakwaan digelar secara daring di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya Kamis (22/4) kemarin.

DARING: Suasana sidang perdana kasus dana hibah Koni dengan terdakwa Tito Kadar Isman dengan agenda pembacaan surat dakwaan digelar secara daring di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya Kamis (22/4) kemarin.

Share this      

JOMBANG – Sidang perdana kasus dana hibah KONI dengan terdakwa Tito Kadar Isman digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi  (Tipikor) Surabaya, kemarin (22/4).  Terhadap dakwaan yang dibacakan, eks ketua umum KONI Jombang periode 2017-2021 tak mengajukan nota keberatan atau ekspesi.

”Sesuai agenda sidang, hari ini tadi pembacaan surat dakwaan,” terang Kasipidsus Kejari Jombang Muhammad Salahuddin, kemarin.

Dalam sidang yang diselenggarakan online itu, Tito menjalani sidang dari Lapas Klas II B Jombang. Sementara majelis hakim, JPU dan penasehat hukum terdakwa mengikuti sidang dari Pengadilan Tipikor Surabaya.

Baca juga: Pembangunan Tower Ilegal di Madiopuro Berjalan Hampir Satu Bulan

Dalam surat dakwaan primairnya, Tito didakwa telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 275.927,950 dalam pengelolaan dana hibah KONI Kabupaten Jombang sejak tahun anggaran 2017 sampai 2019.

Sementara dalam dakwaan subsidair, Tito didakwa telah menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau karena kedudukan terdakwa sehingga merugikan keuangan negara dari pengelolaan dana hibah KONI Jombang sebesar Rp Rp 275.927,950.

JPU mendakwa perbuatan Tito melanggar pasal 2 ayat 1 UU RI Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20/2001 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Terhadap surat dakwaan JPU, pihak terdakwa tidak mengajukan nota keberatan. ”Terdakwa menerima, dan tidak mengajukan eksepsi,” lanjutnya.

Karenanya, hakim memerintahkan sidang dilanjutkan pemeriksaan saksi-saksi. ”Sidang ditunda Kamis (29/4) depan dengan agenda pemeriksaan saksi,” singkat Salahuddin.

Terkait saksi yang akan dihadirkan, JPU sudah menyiapkan beberapa nama. ”Untuk saksi yang dihadirkan minggu depan, kami menyiapkan lima sampai enam orang, tapi siapa saja mereka, kami masih inventarisir,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang menetapkan Tito Kadar Isman, Ketua Umum KONI Jombang 2017-2021 sebagai tersangka dalam kasus dana hibah KONI sejak 8 Desember 2020.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, penyidik kejari telah memeriksa sekitar 25 saksi, baik dari cabor maupun sekretariat KONI Jombang.

Penyidik menemukan indikasi kerugian negara sekitar Rp 270 juta dari tiga tahun anggaran hibah Pemkab Jombang yang diterima KONI.  Temuan kebocoran anggaran ditengarai berada pada bagian sekretariat KONI.

Akibat perbuatannya itu, Tito dijerat melanggar pasal 2 ayat 1jo pasal 18 ayat 1 huruf b UU RI nomor 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20/2001 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP