alexametrics
Sabtu, 15 May 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Dalami Kasus Pupuk Subsidi, Kejaksaan periksa Gapoktan dan PPL

23 April 2021, 08: 05: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Dalami Kasus Pupuk Subsidi, Kejaksaan periksa Gapoktan dan PPL

Share this      

JOMBANG – Penyidikan kasus dugaan penyimpangan penyaluran pupuk bersubsidi yang menjerat Solahudin, 55, oknum pengurus KUD Sumber Rejeki Mojoagung terus berlanjut. Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang terus mendalami pemeriksaan saksi. Di antaranya dari pengurus Gapoktan dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

”Terkait kasus pupuk, proses penyidikan masih berlanjut. Kita masih melakukan pemeriksaan sejumlah saksi setelah ada penetapan tersangka,” terang Andi Sebangun, Kasi Intelijen Kejari Jombang, kemarin.

Andi menambahkan, sebelumnya penyidik telah memanggil beberapa saksi. Di antaranya dari unsur pengurus gabungan kelompok tani (Gapoktan) dari wilayah Mojoagung.

Baca juga: Segel Tower Ilegal setelah Bangunan Berdiri

Penyidik ingin mendalami alur proses distribusi pupuk di wilayah kecamatan itu. ”Dari pengurus gapoktan ada beberapa orang yang dipanggil,” lanjutnya.

Selain saksi dari gapoktan, penyidik juga akan mendalami pemeriksaan terhadap  dari pengurus UPT Pelaksana Penyuluhan Pertanian wilayah Kecamatan Mojoagung. ”Tepatnya pada Senin (19/4) kemarin. kita dalami terkait bagaimana prosedur dan dokumen penyaluran pupuknya,” lontarnya.

Disinggung kemungkinan mengembang munculnya tersangka baru, Andi menyebut seiring proses penyidikan, tidak menutup kemungkinan muncul tersangka yang lain. ”Itu sangat tergantung dari hasil proses penyidikan yang sekarang masih berjalan,” tegasnya.

Disinggung terkait penahanan terhadap Solahudin, disebutkan itu subjektivitas penyidik. ”Itu subjektivitas penyidik. Yang jelas masih proses, tersangka belum ditahan,” singkatnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, penyidikan kasus dugaan penyimpangan pupuk subsidi memasuki babak baru. Penyidik kejaksaan menetapkan Solahudin, 55, pengurus KUD Sumber Rejeki, Desa Kauman, Kecamatan Mojoagung sebagai tersangka. Atas perbuatannya, diduga menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 431 juta.

Penyidik menemukan bukti kuat indikasi perbuatan melanggar hukum yang dilakukan oknum pengurus KUD ini. Dia diduga telah dengan sengaja memalsukan dokumen kebutuhan pupuk bersubsidi di Kecamatan Mojoagung pada 2019. Sebagai pengurus koperasi, Solahudin diduga memanipulasi data serta pemalsuan tanda tangan dan juga penggelembungan pupuk subsidi dalam RDKK (rencana definitif kebutuhan kelompok).

Akibat perbuatannya ini, jatah pupuk untuk wilayahnya berlebih hingga memiliki stok sisa pupuk. Sisa pupuk subsidi disalahgunakan tersangka untuk keperluan lain di luar ketentuan. Dari hitungan sementara, negara dirugikan hingga Rp 431 juta.

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, penyidik belum melakukan penahanan. Penyidik menjeratkan Pasal 2 Ayat 1 Juncto Pasal 18 Ayat 1 Huruf B UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP