alexametrics
Minggu, 20 Jun 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Pembangunan Tower Ilegal di Madiopuro Berjalan Hampir Satu Bulan

23 April 2021, 08: 05: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Pembangunan Tower Ilegal di Madiopuro Berjalan Hampir Satu Bulan

Share this      

JOMBANG - Masyudi Sekretaris Desa Madiopuro mengaku kaget dengan aksi penyegelan yang dilakukan Satpol PP pada bangunan tower baru di wilayahnya yang teryata belum mengantongi izin.

”Ternyata kemarin ditutup sama satpol, di Jombang belum ada pengajuan. Kami sendiri kurang tahu, soalnya sudah ke desa,’’ terang Masyudi, kemarin.

Dia menambahkan, sebelum tower dibangun, pihak pelaksana sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa.”Awal itu sudah ke RT dan RW, baru kemudian ke desa. Pak kades waktu itu lihat dari persetujuan warga sekitar, kalau sudah baru kemudian ke kecamatan,’’ imbuhnya.

Baca juga: Gas Poll dan Rem Blong Dalam Ramadan

Disebutkan, untuk pengerjaan awal yakni berlangsung sekira dua minggu. ”Nggali sama buat pondasi itu dua minggu lebih. Kemudian masang besinya itu yang cepat. Ya tiga mingguan kalau semua pekerjaan, sampai akhirnya ditutup kemarin,’’ imbuh dia.

Diakui, selain tower sudah berdiri, sejumlah peralatan terkait jaringan listrik sebagian sudah terpasang. ”Untuk jaringan listriknya itu sudah satu mingguan masangnya, katanya kemarin hanya sementara,’’ beber dia.

Sebab lanjut Yudi, untuk aliran listrik semula pihak tower berencana membuka jaringan baru. ”Jadi kemarin awalnya mau dipasang tiang listrik ke arah tower lewat sawah masyarakat. Jadi mereka buat aliran sendiri ke towernya, ternyata nggak jadi,’’ sambung Yudi lagi.

Dia mengaku tak mengetahui persis, urungnya rencana itu. Namun untuk saat ini aliran listrik di area tower dilewatkan di area perkampungan. ”Jadi sekarang lewat di sebelah, perkampungan itu. Karena kemarin informasinya listrik sementara,’’ beber dia lagi.

Disinggung terkait adanya petugas adari dinas yang datang meninjau saat kegiatan pembangunan tower, dia menyebut tak mengetahui pasti. ”Kalau pada waktu pembangunan saya kurang tahu, kemarin dari dinas kayaknya ada yang survei, cuma saya nggak tahu dari dinas mana,’’ terang Yudi.

(jo/fid/jif/JPR)

 TOP