alexametrics
Sabtu, 15 May 2021
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Berdalih Monev, Inspektorat Pasrah Pemdes

Terkait Bangunan DD yang Mangkrak

23 April 2021, 08: 10: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Inspektur Kabupaten Jombang Eka Suprasetya Agus Putranto

Inspektur Kabupaten Jombang Eka Suprasetya Agus Putranto

Share this      

JOMBANG – Inspektorat telah merampungkan rekomendasi berkaitan dengan bangunan berdana dana desa (DD) yang mangkrak  di Desa Tunggorono, Kecamatan/Kabupaten Jombang. Sayang, rekomendasi hasil monev itu seluruhnya dikembalikan ke Pemdes setempat.

“Jadi rekomendasi sudah selesai, isi rekomendasi yang jelas tetap kewenangan seluruhnya di kepala desa,” terang Eka Suprasetyo Agus Putranto, Inspektur Jombang. Dalam rekomendasi itu, Pemdes diberikan keleluasaan untuk meneruskan atau tidak meneruskan pembangunan gedung kolam renang yang mangkrak dan rusak tersebut.

“Karena kemarin dari Pemdes juga menginginkan dilanjut, rekomendasi monggo, asalkan ada pertimbangan teknis dari dinas terkait,” lanjutnya. Jika Pemdes Tunggorono mau melanjutkan pembangunan, maka harus mengajukan surat ke PUPR berkaitan dengan keamanan dan kelayakan melanjutkan pembangunan.

Baca juga: Imran Kajari Jombang: Utamakan Pencegahan

“Inspektorat kan tidak bisa menghitung teknisnya, kalau tidak OPD terkait,” lontar Eka. Lebih dari itu, Inspektorat menyebut tak tahu adanya kerugian negara dalam kasus bangunan mangkrak dan rusak yang dibangun dari DD tersebut. Ia berdalih, yang dilakukannya bersama tim hanya monitoring dan evaluasi (monev).

“Jadi kalau monev ya rekomendasi itu saja hasilnya, kita tidak terlalu jauh ke dalam. Kalau kerugian negara harus ada pemeriksaan khusus (riksus),” pungkas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, bangunan kolam renang yang  didanani DD Tunggorono 2019 ditemukan mangkrak. Bangunan terlihat setengah jadi, dan beberapa bagian telah roboh. Sehingga bangunan kini justru dimanfaatkan warga sebagai kolam pancing.

Padahal, bangunan yang berlokasi di samping saluran Gude ini menghabiskan dana hingga Rp 263.130.000. Dana sebesar itu dibagi menjadi dua bentuk proyek. Pertama, pembangunan pagar kolam renang senilai Rp 193.156.000 serta penggalian kolam renang dan rabat beton di lokasi yang sama dengan anggaran Rp 69.974.000.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP