alexametrics
Sabtu, 15 May 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Kemenag Jombang Gandeng Kejaksaan

Sosialisasi Kesadaran Hukum

23 April 2021, 08: 30: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Leksono MPdI Plt Kepala Kantor Kemenag Jombang

Leksono MPdI Plt Kepala Kantor Kemenag Jombang

Share this      

JOMBANG – Kementerian agama (Kemenag) Jombang menggelar sosialisasi kesadaran hukum, dengan menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari), Kamis kemarin (22/4). Bertempat di Gedung Asrama Siswa MAN 1 Jombang, sosialisasi ini melibatkan seluruh kepala dan komite madrasah negeri se-Jombang.

Acara yang dibuka pukul 08.30 itu diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Berkesempatan hadir,  Pelaksana tugas (Plt) Kepala Kemenag Jombang Leksono, didampingi Arif Hidayatullah Kasi Pendidikan Madrasah beserta jajaran. Sementara dari unsur kejaksaan, Imran Kajari Jombang didampingi Andi Subangun Kasi Intel, dan Mujib Syaris Kasi Datun.

Leksono Plt Kepala Kemenag Jombang menerangkan, kegiatan sosialisasi diikuti seluruh kepala madrasah baik MI, MTs maupun MA negeri, beserta komite se-Jombang. ’’Saya sampaikan terimakasih kehadiran bapak dan ibu kepala madrasah dan komite,’’ katanya mengawali sambutan.

Baca juga: Juara Wushu Pindah Muaythai

Imran Kajari Jombang

Imran Kajari Jombang

Dia juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kajari Jombang Imran, yang bisa menyempatkan waktu untuk hadir langsung. Digelarnya sosialisasi ini bagian dari upaya membangunan pemahaman atas pengelolaan dana madrasah. ’’Dalam mengelola madrasah baik negeri atau swasta perlu ada pengembangan. Kalau melaksanakan pendidikan berdasarkan standar nasional mungkin sudah cukup, dan tidak membutuhkan bantuan yang lain,’’ terang Leksono.

Namun, banyaknya pengembangan itu akhirnya mengelola dana bantuan. ’’Sesuai tuntutan dana masyarakat, apalagi masyarakat agamis, terutama madrasah di lingkungan ponpes. Sehingga pengembangan, pengelolaan serta aspek manajerial perlu ditingkatkan,’’ bebernya.

Dia lantas mencontohkan pengembangan kurikulum hingga sarana dan prasana. ’’Dengan pengembangan ini, dana yang ada di madrasah atau BOS atau DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) madrasah tidak cukup, sehingga perlu adanya bantuan dari masyarakat melalui komite,’’ ungkap Leksono.

Karena itu pihaknya menggelar sosialisasi sadar hukum dengan mengundang kejaksaan. ’’Bagaimana menyampaikan kepada kita tentang adanya masalah di madrasah nanti,’’ terang dia. Terlebih, jumlah madrasah di Jombang cukup banyak ada 33 lembaga negeri. ’’Masing-masing 5 MIN, 18 MTsN dan 10 MAN. Jadi madrasah negeri di Jombang ini paling banyak di Jawa Timur,’’ pungkasnya.

(jo/fid/jif/JPR)

 TOP