alexametrics
Jumat, 23 Apr 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Terancam Hanyut, Warga Pindahkan Makam

Tanggul Kritis di Kali Gunting

08 April 2021, 08: 20: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

DIPINDAH: Sejumlah warga memindahkan makam lantaran terancam hanyut akibat tebing sungai kritis.

DIPINDAH: Sejumlah warga memindahkan makam lantaran terancam hanyut akibat tebing sungai kritis.

Share this      

JOMBANG – Sejumlah makam di tempat pemakaman umum (TPU) di Dusun Betek Utara, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung terpaksa harus dipindahkan. Itu setelah kondisi tanggul longsor menggerus area pemakaman. Beberapa makam bahkan sudah hanyut terbawa arus sungai Kali Gunting.

Seperti yang dilakukan oleh Sarwan, 67, warga RT 03 RW 02 Desa Betek. Ia terpaksa memindahkan makam ibunya, Romlah, yang meninggal pada 1913 silam. ”Dipindahkan karena tanahnya longsor. Tanahnya tergerus air,” terangnya.

Dikatakan Sarwan, lokasi makam ibunya dulu berjarak 4 meter dari bibir tanggul sungai. Namun seiring berjalannya waktu, aliran sungai menggerus tanggul hingga melongsorkan lahan pemakaman. "Kemarin itu jauh jaraknya dari tanggul. Ini sudah kegerus 4 meter," ucapnya.

Baca juga: SMK Plus Khoiriyah Hasyim, Cetak Generasi Islam Mandiri

Kepala Dusun Betek Utara Basori membenarkan sejumlah makam dipindahkan. Ia menyebut, ada lima makam yang dipindahkan hingga hari ini. "Yang belum dipindahkan ini ada 4. Yang sudah dipindahkan ada 5 makam," bebernya.

Menurut Basori, tanah TPU itu sudah tergerus air sejak beberapa tahun lalu. Itu setelah pohon bambu yang ada di bibir sungai hanyut terbawa banjir. Karena tidak ada penahan tanah, aliran air yang lewat langsung menggerus lahan pemakaman di sebelah timur sungai. "Disamping arusnya deras, kontur tanah yang berpasir juga memudahkan air menggerus tanah," kata Basori.

Ia mengungkapkan, ada dua makam yang tidak berhasil diselamatkan. Dua makam milik warganya itu hilang akibat tanah makam yang tergerus. "Ini tanggulnya sangat kritis. Dua makam yang sudah hilang," ujarnya.

Basori berharap, pemerintah daerah bisa mencarikan solusi terhadap kondisi tanggul sungai di desanya. Ia mengaku sudah melaporkan hal itu ke Pemkab Jombang. "Ya segera dibuatkan tanggul agar tidak semakin menggerus makam," pungkas Basori.

(jo/yan/jif/JPR)

 TOP