alexametrics
Jumat, 23 Apr 2021
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri
Terapkan Tradisi Santri

SMK Plus Khoiriyah Hasyim, Cetak Generasi Islam Mandiri

Handal Multimedia dan Desain

08 April 2021, 08: 30: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Hadi Mulyono Kepala SMK Plus Khoiriyah Hasyim

Hadi Mulyono Kepala SMK Plus Khoiriyah Hasyim

Share this      

JOMBANG – SMK Plus Khoiriyah Hasyim yang berlokasi di Jl KH  Hasyim Asy’ari 13 Desa Balongbesuk, Kecamatan Diwek,   bertekad cetak generasi Islam yang handal di bidang teknologi namun tetap tak kehilangan spirit santri. Melalui sejumlah inovasi, terus kembangkan program sekolah.

“Di sekolah ini kami memiliki dua jurusan utama, yakni Multimedia dan Desain Komunikasi Visual (DKV), namun untuk pengembangan kelas dan minat bakat ada banyak,” terang Hadi Mulyono Kepala SMK Plus Khoiriyah Hasyim.

Untuk jurusan Multimedia, siswa dibekali bagaimana mengolah teknologi informasi dan berkaitan langsung dengan pembuatan media. Misal video, produksi animasi dan lain sebagainya. “Kalau jurusan DKV, ada pada desain dan seni, jadi siswa diajari cara mendesain dari awal hingga jadi sebuah karya,” lanjutnya.

Baca juga: 25 Siswa Diterima di PTN Jalur SNMPTN

Salah satu ketrampilan yang diberikan kepada siswa.

Salah satu ketrampilan yang diberikan kepada siswa.

Tak hanya itu, SMK Plus Khoiriyah Hasyim juga membekali siswa dengan sejumlah kelas keterampilan lain. Mulai kelas film, fotografi hingga kelas wirausaha pembuatan keripik dan makanan ringan.”Semuanya kita harapkan bisa jadi bekal untuk anak-anak setelah lulus dari sekolah, dan untuk hidup di masyarakat,” imbuh Mulyono.

Untuk menjamin keberlangsungan dan keterampilan yang diajarkan, pihaknya mengerahkan sejumlah ahli dan tenaga handal profesional. “Selain tiga pengajar yang sudah ahli multimedia, kita juga bekerjasama dengan pihak lain seperti TV swasta, jasa fotografi, hingga UMKM untuk pembuatan keripik dan makanan ringan,” tambahnya.

Meski pendidikan teknologi dan wirausaha terus digenjot, ia  menegaskan tradisi pesantren tetap dipegang erat. Sebagai sekolah yang lahir dari embrio Ponpes Tebuireng, SMK Plus Khoiriyah Hasyim tetap menitikberatkan pendidikan kepesantrenan berupa madrasah diniyyah. “Semua siswa disiapkan asrama. Selain sekolah, kita tidak melupakan keagamaan,” lontar Mulyono.

Untuk asrama putra, berada di lingkungan sekolah yang kini menampung 90 santri sekaligus siswa. Sementara asrama putri, berada di kompleks Ponpes Tebuireng. “Kalau sekolah, yang putri biasanya antar jemput,” tegasnya.

Selama pandemi Covid-19, Mulyono menyebut pendidikan santri dan siswa sama sekali tidak terganggu. Seluruh pelajaran  berlangsung seperti biasa dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. “Santri dan siswa tidak boleh berinteraksi dengan orang luar, bahkan untuk wali murid sekalipun, semuanya dilakukan di dalam lingkungan sekolah dan pondok,” pungkasnya.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP