alexametrics
Jumat, 23 Apr 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Bekuk Spesialis Pembobol Baterai Tower

08 April 2021, 08: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

PERS RILIS: Polisi menunjukkan barang bukti perkakas yang digunakan pelaku saat membobol baterai tower.

PERS RILIS: Polisi menunjukkan barang bukti perkakas yang digunakan pelaku saat membobol baterai tower. (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Anggi Muhlison, 31, warga Jombang dan Faizal Wahyu Buwono, 32, warga Kediri ditangkap unit Resmob Satreskrim Polres Jombang. Keduanya ditangkap setelah aksinya membobol dan mencuri baterai tower BTS terendus petugas.

”Ada tiga orang sebenarnya yang kita tangkap, satunya lagi atas nama Subairi, 42, warga Sidoarjo sebagai  penadah,” terang AKP Teguh Setiawan, Kasatreskrim Polres Jombang.

Teguh menjelaskan, penangkapan ketiganya bermula dari laporan petugas pengawas BTS di wilayah Plandaan (30/3) dini hari lalu. Saat itu, ia melapor ke Polsek Plandaan setelah menemukan tower milik provider seluler di wilayah itu dibobol maling.

Baca juga: Inspektorat Segera Lakukan Monev

”Teknisi provider itu mengetahui karena di pintu BTS itu ada  switch yang menyambung ke handphone teknisi. Karena bunyi, dia mendatangi TKP ternyata 6 baterai BTS di dalam sudah hilang,” lanjutnya.

Polisi yang melakukan penyelidikan dan pelacakan, berhasil mengendus Anggi Muhlison, 31. Ia ditangkap di rumahnya di Kecamatan Jombang. ”Dari tersangka Anggi ini, kita berhasil mengendus pelaku ke dua, yakni Faisal yang kita tangkap di Surabaya,” rincinya.

Dari hasil interogasi, keduanya mengaku telah menjual baterai itu kepada Subairi, 42, warga Kecamatan Buduran, Kebupaten Sidoarjo. ”Jadi keduanya ini mengaku sudah menjual baterai secara kiloan seharga Rp 12 ribu per kilogramnya. Total mereka dapat uang Rp 3,8 juta dari penjualan itu,” sebut Teguh.

Dari hasil pengembangan, aksi keduanya bukan pertama dilakukan. Pelaku merupakan spesialis pencuri baterai BTS yang telah beroperasi di sejumlah kota, seperti Nganjuk, Jombang dan Sidoarjo. ”Jadi kita temukan ada 4 laporan di Jombang, 2 laporan di Nganjuk dan 1 laporan di Sidoarjo kemarin, mereka memang spesialis,” imbuhnya.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku sangat lihai. Faisal diketahui pernah bekerja sebagai teknisi di salah satu provider dari pihak ke tiga. ”Jadi dia sudah tahu betul cara membongkar BTS, bagaimana masuknya, di mana letak baterainya,” tegasnya.

Sejumlah barang bukti berhasil diamankan. Di antaranya enam buah baterai BTS, seperangkat obeng dan alat las yang jadi alat membobol BTS dan sebuah mobil yang jadi sarana aksi mereka. ”Jadi mobil ini adalah mobil yang mereka sewa saat beraksi. Setiap kali mereka beraksi memang keduanya selalu menyewa mobil di beberapa lokasi di Kediri dan Jombang,” tambahnya.

Akibat perbuatannya kini ketiganya harus meringkuk di sel tahanan. Anggi dan Faisaldijerat pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Sementara Subairidijerat dengan pasal 480 KUHP karena perannya sebagai penadah.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP