alexametrics
Jumat, 23 Apr 2021
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Bupati Hj Mundjidah Wahab Terima Penghargaan Gubernur

08 April 2021, 08: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

PRESTASI: Bupati Hj Mundjidah Wahab menerima penghargaan dari Gubernur Khofifah.

PRESTASI: Bupati Hj Mundjidah Wahab menerima penghargaan dari Gubernur Khofifah.

Share this      

JOMBANG – Bupati Hj Mundjidah Wahab kembali menerima penghargaan. Kali ini atas keberhasilan Posyandu Kesehatan Jiwa Desa Bongkot, Kecamatan Peterongan menjadi inovator Posyandu kesehatan jiwa berbasis masyarakat terbaik di Jawa Timur.

’’Inovasi Posyandu kesehatan jiwa di Jombang ini sangat bagus. Layak ditiru daerah lain,’’ kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kala menyerahkan penghargaan kepada Bupati Hj Mundjidah Wahab di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa malam (6/4).

Malam itu, Gubernur Khofifah menyerahkan penghargaan kepada bupati/walikota selaku pembina K3 dan perusahaan yang mencapai kecelakaan nihil. Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja (SMK3). Serta pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS di tempat kerja. Juga penghargaan kepada mitra kerja, institusi, lembaga, organisasi kemasyarakatan dalam melakukan pencegahan perkawinan anak dan penandatanganan pakta integritas pencegahan perkawinan anak di Jawa Timur. Serta penyerahan penghargaan dalam rangka peringatan hari kesehatan nasional ke-56.

Baca juga: Agendakan Pemeriksaan Ketua Poktan

CANTIK: Pasien Posyandu jiwa dilatih dandan.

CANTIK: Pasien Posyandu jiwa dilatih dandan.

Bupati Hj Mundjidah Wahab menyambut gembira penghargaan yang diterima.  ’’Semoga penghargaan ini semakin memotivasi seluruh masyarakat untuk berinovasi di segala bidang di Kabupaten Jombang. Guna mewujudkan Jombang berkarakter dan berdaya saing,’’ tuturnya.

Orang nomor satu di Pemkab Jombang ini juga menyampaikan terimakasih atas kinerja terbaik yang ditunjukkan pengelola dan pembina Posyandu kesehatan jiwa Desa Bongkot, Kecamatan Peterongan. ’’Terima kasih kepada Forkopimcam, Kades Bongkot, kader kesehatan jiwa Bongkot dan semua unsur pendukung Posyandu kesehatan jiwa. Sehingga berhasil mendapatkan penghargaan dari Gubernur Jawa Timur,’’ urai dia.

Posyandu untuk penyakit gangguan jiwa dilaksanakan Puskesmas Dukuhklopo yang bertempat di Desa Bongkot, Kecamatan Peterongan. Petugas mengumpulkan penderita gangguan jiwa. Saat ini, ada 100 pasien yang mengikuti. Penanganan kesehatan jiwa pasien digelar rutin setiap bulan. Pasien dipotong rambutnya, dimandikan hingga dimake-up. Selain itu juga ditimbang.

Pasien rutin menjalani pemeriksaan kesehatan fisik. Petugas juga memberikan konseling dan pendidikan keterampilan.  Posyandu ini merupakan bagian upaya pemerintah mengurangi jumlah pasien sakit jiwa yang sebelumnya mencapai 1.100 orang.
’’Sekitar 600 orang sudah berangsur normal, bahkan sebagian telah bekerja seperti orang normal lainnya,’’ kata Mundjidah.

Salah seorang perawat kesehatan jiwa Puskesmas Dukuhklopo, Anik Rofikoh Amd.Kep menjelaskan, pasien posyandu jiwa berasal dari tujuh desa. Di tiap desa, ada kader posyandu jiwa yang mendata penderita gangguan jiwa. Kader tersebut mendata sesuai kriteria. Di antara kriteria penderita gangguan jiwa ini mantan pengguna narkoba dan minuman keras. Serta mereka yang sering berhalusinasi, isolasi sosial, dan pemarah.

Para kader itu kemudian rutin membawa penderita gangguan jiwa ke Posyandu kesehatan jiwa. Di Posyandu ini mereka diperiksa fisik, diajari hidup mandiri seperti mandi, mencuci, menyapu dan berdandan. Diajak beraktivitas fisik seperti olahraga dan aneka ketrampilan seperti membuat tas serta menjahit. Juga diberi hiburan seperti menari, bernyanyi, musik dan rekreasi. (Pemkab Jombang)

(jo/jif/jif/JPR)

 TOP