alexametrics
Jumat, 23 Apr 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Minggu Depan Putusan Sela

Sidang Kasus Sewa Aset Kepanjen

08 April 2021, 08: 05: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Minggu Depan Putusan Sela

Share this      

JOMBANG – Sidang lanjutan kasus dugaan penyimpangan hasil sewa aset kelurahan dengan terdakwa Maret Yudianto kemarin digelar di pengadilan Tipikor Surabaya (6/4). Sesuai agenda sidang tanggapan JPU atas eksepsi terdakwa.

”Kemarin lanjutkan sidang. Agendanya pembacaan tanggapan eksepsi dari JPU,” terang terang JPU Salahudin melalui Kasi Intelijen  Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang Andi Sebangun, kemarin.

Dalam pembacaan itu, Andi menyebut JPU membacakan tanggapannya terkait eksepsi yang dibacakan Maret seminggu sebelumnya. ”Jadi ya kita bacakan kewenangan relatif saja, apa yang disampaikan terdakwa, kita sampaikan juga materi pokok perkaranya,” lanjutnya.

Baca juga: Bangun Dulu, Urus Izin Belakangan

Usai penyampaian tanggapan eksepsi dari JPU, sidang kembali ditunda. Sidang akan dilanjutkan pekan dengan dengan agenda putusan sela.”Jadi nanti hakim akan memutuskan apakah eksepsi terdakwa ini diterima atau ditolak,” pungkasnya.

Sebelumnya, sidang lanjutan kasus dugaan penyimpangan hasil sewa aset kelurahan dengan terdakwa Maret Yudianto kemarin digelar di pengadilan Tipikor Surabaya. Sesuai agenda sidang penyampaian eksepsi dari pihak terdakwa.

”Tadi (kemarin, Red) sudah digelar sidang lanjutan terdakwa Maret Yudianto. Agendanya penyampaian nota keberatan dari pihak terdakwa,” terang JPU Salahudin melalui Kasi Intelijen  Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang Andi Sebangun, kemarin.

Beberapa poin yang menjadi keberatan pihak terdakwa lanjut Salahudin di antaranya, terkait penghitungan kerugian negara. Berdasar hasil audit yang dilakukan inspektorat,  kerugian negara yang timbul dari kegiatan sewa aset kelurahan kepanjen di masa kepemimpinan Maret mencapai sekitar Rp 271 juta. ”Pihak terdakwa merasa keberatan, sebab dari hasil perhitungannya kerugian yang timbul dari kegiatan sewa aset kelurahan hanya sekitar Rp 60 juta sekian, itupun menurut penyampaian terdakwa sudah dikembalikan,” bebernya.

Selain itu, dari nota keberatannya, terdakwa mengaku menyewakan aset kelurahan secara langsung itu dikarenakan ada perintah secera lesan dari pimpinan daerah. ”Jadi dia berani menyewakan aset secara langsung itu dulu karena ada perintah secara lisan dari bupati lama,” bebernya.

Terakhir dalam poin keberatannya, terdakwa menilai materi dakwaan JPU tidak cermat. ”Ada tiga poin itu,” bebernya. Sidang ditunda minggu depan dengan agenda tanggapan JPU atas eksepsi terdakwa. ”Ditunda minggu depan, agendanya sidang selanjutnya tanggapan JPU atas eksepsi terdakwa,” singkatnya.

Sebelumnya, Satreskrim Polres Jombang melakukan penyelidikan dugaan penyimpangan uang sewa aset tanah milik Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Jombang. Hasilnya, eks Lurah Kepanjen Maret Yudianto ditetapkan sebagai tersangka sejak Juni 2020.

Polisi bekerja sama dengan Inspektorat Jombang, sudah melakukan audit keuangan. Hasilnya, diperoleh nilai kerugian negara hingga Rp 271 juta. Karena panjang masa sewa sawah itu selama 5 tahun terhitung sejak 2014-2019.

Akibat perbuatannya, eks Lurah Kepanjen ini dijerat Pasal 2 dan 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP