alexametrics
Jumat, 23 Apr 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Berkas Dua Tersangka Sudah P21

Penyegelan 4 Pabrik Pengolah Limbah B3

07 April 2021, 09: 58: 33 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Berkas Dua Tersangka Sudah P21

Share this      

JOMBANG – Penyidikan kasus empat perusahaan pengolah limbah jenis B3 ilegal di Desa Bakalan, Kecamatan Sumobito oleh balai Gakkum KLHK terus berlanjut. Dua dari empat berkas tersangka bahkan sudah dinyatakan lengkap atau P21.

”Per Senin (5/4) kemarin, jaksa peneliti dari Kejati Jawa Timur telah menyatakan dua berkas penyidikan pabrik pengolah limbah B3 illegal di Desa Bakalan lengkap atau P21,” terang Muhammad Nur, Kepala Balai Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Jabalnusra kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.

Dua berkas yang dinyatakan lengkap itu, adalah berkas atas nama Ro, pimpinan CV SS 2 dan Ja, pimpinan CV MJS yang beralamat di Desa Bakalan, Kecamatan Sumobito. ”Kedua berkas itu sebelumnya kami kirimkan ke Kejati sejak 8 Maret 2021 lalu, kemudian dilakukan pemeriksaan hingga keluar hasilnya kemarin,” lanjutnya.

Baca juga: Hari Pertama PTM, Bupati Sidak ke Sekolah-Sekolah

Karena sudah dinyatakan lengkap alias P21, Nur menyebut proses selanjutnya tinggal melanjutkan ke tahap 2. Nantinya, seluruh barang bukti dan kedua tersangka dalam berkas itu akan diserahkan penyidik PPNS Balai Gakkum kepada jaksa peneliti dari Kejati. ”Tahap 2 di Kejati, tapi nanti saat pelimpahan ke persidangan, baru akan dibawa ke Kejari Jombang, karena sidang akan dilakukan di Jombang nantinya,” tambahnya.

Kendati sudah dinyatakan lengkap, hingga kemarin kedua tersangka belum ditahan. Nur menyebut, dalam tahap 2 nanti, akan diputuskan bagaimana nasib keduanya. ”Sementara kan memang mereka belum ditahan. Nah nanti di tahap 2, itu jadi wewenang jaksa untuk menahan mereka atau tidak,”  lontarnya.

Disinggung proses penyidikan dua tersangka lainnya, masing-masing Wa, dan Mu, disebutnya masih berproses di jaksa peneliti. ”Karena kan dibagi ini. Jadi dua berkas di jaksa peneliti 1, dua berkas lainnya di jaksa peneliti lain. Jadi yang di jaksa satunya masih proses juga,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, PPNS dari Balai Gakkum KLHK wilayah Jabalnusra menyegel empat gudang pengolah limbah jenis B3 di Desa Bakalan, Kecamatan  Sumobito Jumat (22/1).  Masing-masing adalah  CV SS, CV MJS, PT MLA, dan CV SS 2.

Keempatnya diduga melakukan kegiatan pengolahan limbah jenis B3 tanpa izin selama bertahun-tahun. Selain menghentikan kegiatan produksi empat perusahaan, pihaknya juga turut memeriksa keempat direktur perusahaan, yakni, Ro, Wa, Ja, dan Mu. Keempatnya, sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak Maret 2021 lalu, kendati hingga kini, belum juga ditahan.

Penyidik Balai Gakkum KLHK Wilayah Jabalnusra menjerat tersangka melanggar ketentuan pasal 103 dan 104 UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan ancaman hukuman maksimal 3 tahunpenjara dan denda maksimal Rp 3 miliar. 

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP