alexametrics
Jumat, 23 Apr 2021
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

PTM Terbatas, Terapkan Prokes Ketat

07 April 2021, 08: 00: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

KREATIF : Galeri Karya Apik MAN 3 Jombang

KREATIF : Galeri Karya Apik MAN 3 Jombang

Share this      

JOMBANG - Seperti juga sekolah lain, MAN 3 Jombang di PP Bahrul Ulum Tambakberas juga memulai pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, sejak Selasa kemarin (6/4). SOP dan penerapan prokes ketat telah disiapkan.

“Bismillah, hari ini kita mulai PTM terbatas, madrasah sudah menyusun SOP bagaimana siswa berangkat dari pondok, di sekolah, sampai nanti pulang. Mohon doanya semoga diberikan kelancaran dan keselamatan oleh Allah SWT,” ungkap Sutrisno Kepala MAN 3 Jombang.

Sebelum berangkat, siswa telah mendapat sosialisasi agar membawa seluruh perbekalan lengkap sebelum masuk ke madrasah. Seperti bekal makanan, alat tulis lengkap, masker dan kebutuhan lainnya. “Karena kantin tidak kita buka, jadi seluruh siswa diharapkan membawa bekal, alat tulis juga harus lengkap, agar tidak pinjam meminjam di kelas,” lanjutnya.

Baca juga: Kunker Komisi C dan D, Bahas Revitalisasi Cagar Budaya dan PTM

Peraih medali emas KSMO bersama Sutrisno Kepala MAN 3 Jombang.

Peraih medali emas KSMO bersama Sutrisno Kepala MAN 3 Jombang.

Sepanjang perjalanan, tim prokes yang dibentuk madrasah akan disebar di sepanjang jalan menuju madrasah. Mereka bertugas mengawal dan memantau siswa yang berngkat dari pondok menuju sekolah. “Kita kerahkan tenaga Banser juga, mulai keluar dari pondok sampai sekolah diawasi, agar langsung ke sekolah dan tidak mampir-mampir, juga menjaga jarak,” imbuh dia.

Selama jam belajar, Sutrisno menyebut setiap kelas maksimal diisi 50 persen siswa. Selama PTM terbatas berlangsung, pola belajar siswa juga akan bergantian setiap satu minggu sekali. Untuk siswa yang masih tinggal di luar kota bahkan luar pulau, sementara pelajaran diberikan dengan sistem daring. “Jadi sudah ada jadwal on-off nya untuk siswa, minggu ini 18 anak, sisanya daring, minggu depannya bergantian separo-separo,” rinci dia serius.

Pihaknya menjamin, keputusan PTM terbatas sudah diawali dengan kajian dan screening ketat. Selain memastikan semua guru sudah divaksin Covid-19, para siswa yang akan datang ke sekolah, juga telah membawa surat rapid test yang menyatakan sehat. “Untuk santri pondok kan sudah lama dan sudah karantina, kalau yang kampung sudah ada rapid test yang digelar yayasan kemarin,” pungkas dia.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP