alexametrics
Jumat, 23 Apr 2021
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

MAN 7 Jombang Siap PTM

Tetap Tampung Aspirasi Wali Murid

06 April 2021, 08: 50: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Suryanto Kepala MAN 7 Jombang

Suryanto Kepala MAN 7 Jombang

Share this      

JOMBANG – MAN 7 Jombang di Desa Keboan, Kecamatan Ngusikan, siap melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM). Seluruh kebutuhan sudah disiapkan. Termasuk guru dan karyawan madrasah sudah dilaksanakan vaksinasi.

Suryanto Kepala MAN 7 Jombang menuturkan, persiapan PTM sudah dilaksanakan sejak jauh hari. Mulai dari menjaring aspirasi wali murid hingga vaksinasi. ’’Untuk persiapan PTM kita sudah memelajari edaran dan instruksi bupati serta Kanwil Kemenag dan Kemenag Jombang. Tidak hanya MI, MTs tapi MA juga,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Untuk kebutuhan madrasah ia juga sudah menyiapkan. Mulai tempat duduk, hingga tenaga kebersihan. ’’Ketentuan yang sudah ada kita siapkan semua, tentang prokes dan sebagainya. Kita juga sudah memanggil petugas kebersihan untuk lebih meningkatkan lagi karena ini sangat berkaitan,’’ imbuh dia.

Baca juga: Anak PAUD Bangga Bisa Berkarya

Jajaran dewan guru MAN 7 Jombang siap tingkatkan mutu pendidikan.

Jajaran dewan guru MAN 7 Jombang siap tingkatkan mutu pendidikan.

Pihaknya juga sudah menjaring aspirasi kepada wali murid. Khususnya wali murid kelas 10 beberapa waktu lalu. ’’Kita kitim lewat google form, pertama walaupun sudah pernah kita kirim lagi. Untuk kelas 10 itu hampir 80 persen menginginkan PTM,’’ sambung Suryanto. Keinginan dilakukannya PTM juga ditunjukkan wali murid dari kelas lain. ’’Hasil survei juga dibahas lebih lanjut ke komite. Karena komite juga berkaitan, menyatakan siap,’’ beber dia.

Kendati demikian, pelaksanaan PTM pihaknya sudah mendapat dua pilihan. Yakni dengan sistem shift atau seminggu PTM, dilanjut satu minggu berikutnya daring. ’’Ini kita tampung dari Kabupaten Mojokerto,’’ ungkap Suryanto. Bukan tanpa alasan, memang hampir separo muridnya berasal dari Kabupaten Mojokerto. Mengingat lokasi madrasah yang dikomando berbatasan langsung dengan kabupaten tetangga.

’Sehingga mohon maaf aspirasi wali murid dari Mojokerto juga kita tampung. Karena hampir 50 persen dari sana, mulai dari Kemlagi, Gedek sampai dengan perbatasan kota banyak yang ke sini,’’ paparnya. Usulan itu mengacu pada sistem PTM di kabupaten sebelah yang menggunakan seminggu tatap muka, seminggu berikutnya daring. ’’Jadi wali murid dari Mojokerto tetap kita akomodir,’’ sambung dia.

Karena itulah pihaknya merencanakan dua sistem PTM. ’’Dari dua opsi ini kita lakukan uji coba dulu. Kemudian nanti kita evaluasi lagi,’’ paparnya. Saat ditanya kesiapan tenaga pendidik dengan bekal vaksinasi, ia dengan tegas sudah dilakukan. ’’Kami sudah 100 persen, dari 50 orang kemarin hanya dua yang tidak divaksin. Karena pertama tidak mau, kedua karena pernah terpapar Covid-19,’’ pungkas Suryanto.

(jo/wen/jif/JPR)

 TOP