alexametrics
Jumat, 23 Apr 2021
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Tonjolkan Program Vokasi

06 April 2021, 08: 20: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Program Tata Boga bekali siswa berjiwa entrepreneur.

Program Tata Boga bekali siswa berjiwa entrepreneur.

Share this      

JOMBANG - Tidak hanya fokus akademik siswa, MAN 7 Jombang juga memiliki program vokasi yang sangat menonjol. Tiga program vokasi itu meliputi tata busana, tata boga dan multimedia. ’’Kalau di SMA istilahnya double track, untuk madrasah ini MA vokasi. Jadi ada dana bantuan dari program itu,’’ kata Suryanto Kepala MAN & Jombang.

Dijelaskan, vokasi di madrasah ditujukan bagi seluruh siswa kelas 10 dan kelas 11. Sehingga semua siswa wajib memilih salah satu dari tiga program vokasi tersebut. “Kecuali kelas 12,’’ imbuh dia.

Untuk tata boga misalnya, pihaknya sudah menarget siswa punya bekal setelah lulus madrasah. Hal ini bisa dilihat saat ada kegiatan di sekolah seperti perpisahan, maka semua konsumsi dikerjakan anak-anak sendiri. “Insya Allah kegiatan lain begitu, kita unggulkan program ini. Jadi nanti konsumsi tidak beli, anak-anak yang kita kerahkan biar bisa merasakan masakan anak-anak utara Brantas,’’ sambung Suryanto.

Baca juga: Bahas Biaya Ongkos Bongkar

Program Tata Busana siap bekali siswa.

Program Tata Busana siap bekali siswa.

Begitu juga untuk program tata busana, ditarget siswa sudah bisa membuat baju atau menjahit seragam sendiri. ’’Selama ini kan seragam anak-anak langsung jadi. Nanti rencananya yang menjahit dari tim tata busana, biar anak-anak ini mentes (bisa terampil, Red). Mungkin lima atau tujuh anak,’’ ungkap dia.

Program multimedia juga tak kalah bermutu. Pihaknya telah bekerjasama dengan pihak lain. Seperti sertifikat dari Tambakrejo, dan menggandeng tim dari Kemlagi Mojokerto. “Untuk peralatan juga masih ada laptop buat UNBK dulu, jadi sekarang sudah punya,’’ terangnya. Berbeda dengan peralatan tata boga dan tata busana masih terbatas. ’’Untuk tata busana dan tata boga masih tambal sulam. Jadi tidak seperti SMK,’’ sambung Suryanto.

Dengan adanya program itu siswa madrasah diharapkan sudah punya bekal setelah lulus dari madrasah. Meski selama pandemi Covid-19 tidak ada kegiatan secara menyeluruh. “Namun masih ada beberapa anak yang ikut. Yang jelas tetap jalan, karena kalau daring agak sulit, sifatnya praktik. Keinginan kita satu angkatan ada lima atau 10 anak yang mentes,’’ pungkasnya.

(jo/wen/jif/JPR)

 TOP